Browse By

Tepergok Curi Kotak Amal, Asari Babak Belur Dimassa

Asari saat diinterogasi penyidik Polsek Kotaanyar. Selama ini, ia sudah beraksi di 16 TKP

KOTAANYAR – Nasib sial dialami Asari, 33, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Ia tepergok mencuri  kotak amal di Masjid Almukarromah, Desa  Sambirampak Kidul, Kecamatan Kotaanyar.

Sebelum mengambil kotak amal, Asari  pura-pura salat. Namun, aksinya ini dipergoki warga. Ia diteriaki maling sebelum kemudian digebuki. Aksi nekat ini, dilakukan Asari Selasa (19/9) lalu sekitar pukul  07.00. Sebelum mengambil kotak amal, pelaku sempat tolah- toleh untuk memastikan keadaan.

Ketika situasi dirasa sepi,  Asari pun melakukan aksinya.  Asari kemudian memindah  kota amal yang berada di luar,   ke dalam masjid. Saat itulah, pelaku merusak kunci kotak amal dengan obeng.  “Saya pura-pura ambil wudu  juga sebelumnya,” terang pelaku saat diinterogasi petugas.

Saat  asyik mencongkel kotak amal,  ada warga yang memergokinya.  Asari lantas diteriaki maling. Warga lainnya yang mendengar teriakan itu, berhamburan ke  sumber suara. Warga yang geram, langsung menghujani pelaku dengan pukulan.

Loading...

Beruntung, anggota Polsek Kotaanyar tiba di lokasi dan mengamankan pelaku yang wajahnya lebam-lebam. Polisi kemudian membawa korban ke Mapolsek untuk dimintai keterangan. Pada petugas, Asari mengaku telah melakukan aksi  tersebut sebanyak 16 kali.

“Di masjid Kotaanyar 3 kali,   masjid Centengan 5 kali. Dua kali mencuri kotak yang kecil dan tiga kali mencuri kotak yang  besar. Di masjid Triwungan 2  kali, saya pakai kunci dan obeng, kotak tetap di masjid,” katanya.

Masjid di Kelurahan Semampir,  Kecamatan Kraksaan, juga pernah menjadi sasaran pencurian  kotak amal. Termasuk masjid di  Desa Pasembon, Kecamatan Kotaanyar. Dari tangan pelaku,  petugas mengamankan barang   bukti satu buah kotak amal, sebuah sepeda motor milik pelaku, uang sisa hasil kejahatan  sebesar Rp 80 ribu, serta pakaian pelaku.

Terpisah, AKP Ohim, kapolsek Kotaanyar mengatakan, pelaku diancam hukuman 9 tahun kurungan, sesuai Pasal 363 ayat 5 tentang  Pencurian. Total duit yang dicuri  pelaku mencapai jutaan rupiah. “Ada yang berjumlah Rp 300 ribu, Rp 400 ribu, bahkan Rp 1  juta yang dihasilkan dari 2 kali  Jumatan yang tidak dibuka,” terangnya.

Kejadian hilangnya uang di  sejumlah masjid, menurut Ohim,   memang sering terjadi. Namun, masyarakat jarang ada yang melaporkan. “Karena tidak ikut  memiliki uang, tidak melapor. Karena itu, kami mengimbau pada masyarakat, kejadian sekecil apapun dilaporkan agar kami bisa mengantisipasinya,” terangnya. (radar)