Browse By

Mogok, Mobil PNS Dihantam KA

Kondisi Toyota Rush rusak berat usai dihantam KA Tawang Alun jurusan Banyuwangi-Malang dalam kecelakaan kemarin. Mobil nahas itu sempat terlempar 20 meter.

1 Tewas, 3 Lainnya Luka

NGULING – Rombongan PNS Kemenag Kota Pasuruan mengalami kecelakaan di perlintasan Kereta Api (KA)  tanpa palang pintu yang ada di Dusun Sambing, Desa  Sedarum, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan,  kemarin (21/9).

Seorang penumpang dinyatakan tewas,  setelah mobil tersebut dihantam Kereta Api (KA) Tawang  Alun jurusan Banyuwangi-Malang.  Informasi yang dihimpun koran ini, kejadian itu ber mula saat mobil Toyota Rush nopol N 1018 WD yang dikemudikan Kholil Ashari, 50, warga Perum Gading Permai,  Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, melintas di tempat kejadian perkara (TKP).

Di dalam mobil berwarna putih itu, terdapat tiga orang lainnya. Yakni, Bambang Sutrisno, 51, warga Dusun Brandong, Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan; M Yazid, 53, warga Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan; dan Ghozy Ali Murtadho, 52, warga Kelurahan/ Kecamatan Bugul Kidul,  Kota Pasuruan.

Loading...

Rombongan PNS ini tengah dalam perjalanan pulang seusai menjalani sebuah pertemuan di Lumajang, a, dalam  perjalanan pulang menuju kota, mobil yang dikemudikan oleh Kholil yang juga Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Pasuruan itu, hendak mengantar Bambang  ke rumahnya, di Desa Sumberdawesari.

Nahas, saat melintasi rel KA tanpa palang pintu sekitar pukul  09.45, mobil yang sebelumnya melaju dengan kecepatan sedang itu, tiba-tiba mogok. Muzammil, 50, salah seorang saksi mata berusaha meneriaki penumpang mobil agar segera keluar.

“Mobilnya tiba-tiba berhenti di tengah  rel, mesinnya mati. Saya yang  sedang menangani pasien, langsung keluar. Warga yang tahu  juga meneriaki penumpang agar keluar dari mobil,” terang pria yang membuka praktik pasang  gigi tak jauh dari lokasi kejadian itu.

Teriakan itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, dari arah timur  melaju KA Tawang Alun yang  jaraknya hanya sekitar 200 meter. KA sendiri sudah membunyikan bel panjang. Apes tak mampu ditolak. KA tersebut menghantam mobil hingga terlempar sejauh 20 meter ke arah  barat.

“Laju KA di wilayah Pasuruan ini berkecepatan 60 kilometer per jam. Itu, tak dapat dihentikan  secara tiba-tiba,” ujar Iptu Suromin, polsuska Daop IX Jember  wilayah Pasuruan. Akibat benturan keras tersebut, mobil pun  ringsek. Warga kemudian berhamburan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi empat penumpang mobil tersebut.

“Saya sempat menolong korban yang selamat. Korban itu sempat  saya tanya dan dia menjawab.  Mereka dari Lumajang mau pulang, ada yang warga Sumberdawesari, ada yang dari kota  (Kota Pasuruan, Red),” tutur  Muzammil.

Upaya evakuasi juga dilakukan Polsuska Daop  IX Jember Wilayah Pasuruan,  petugas Polsek Nguling, dan petugas Unit Laka Satlantas Polres Pasuruan Kota.  “Dengan bantuan warga, kami  mengevakuasi seluruh korban. Setelah kami identifikasi, ada  korban yang meninggal dunia di  TKP. Yakni, Ghozy Ali Murtadho.  Sedangkan korban atas nama  Kholil mengalami luka berat, dua  korban lainnya luka ringan,” ujar  Kasat Lantas Polres Pasuruan  Kota AKP Hari Subagyo.

Seluruh korban selamat kemudian dilarikan ke Puskesmas Nguling. Sebelum akhirnya di rujuk ke IGD RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan. Kini seluruh  korban tengah dalam perawatan  medis. Informasi terakhir, untuk  korban Kholil masih menunggu CT scan yang dilakukan petugas  medis.

Sementara itu, proses evakuasi bangkai mobil yang terlibat dalam kecelakaan itu membutuhkan waktu yang cukup lama.  Pasalnya, usai tersambar, posisi  mobil tersebut berada di sebelah  barat jalan dan masuk ke sawah.  Kondisi itu cukup menyulitkan  petugas derek dalam melakukan evakuasi.

Mobil baru dapat dievakuasi sekitar dua jam setelah  kejadian. Petugas kemudian mengamankannya di Pos Lantas Sedarum, guna dijadikan sebagai barang bukti dalam penyelidikan perkara. “Kami akan memeriksa saksi- saksi, seluruh barang bukti sudah  kami amankan,” tambah AKP Hari.(radar)