Browse By

Jenazah Wisatawan Ditemukan di Kedalaman 4 Meter

Jenazah korban yang berhasil dievakuasi petugas, kemudian dibawa ke RSUD Tongas

LUMBANG – Suyitno Budi, 49, warga Jalan Sambiarum Lor, RT 9/RW 6, Kelurahan/Kecamatan Sambikerep, Surabaya, yang tenggelam saat asyik selfie di wisata air terjun Madakaripura, akhirnya ditemukan, kemarin  (19/9).

Pria yang merupakan karyawan PT Finansia Multi Finance ini, ditemukan di kedalaman 4 meter. Pencarian di hari kedua kemarin, mulai dilakukan  sekitar pukul 09.00.  Sedikitnya, ada 60 personel  gabungan yang diterjunkan. Terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten  Probolinggo, Perhutani KPH Probolinggo, Polsek Lumbang, Koramil Lumbang, Basarnas Jember,  dan juga warga sekitar.

Dalam pencarian kali ini, tim gabungan menugaskan 2 penyelam terlatih untuk mencari keberadaan korban. Dengan peralatan menyelam, kedua petugas tadi turun ke dasar air terjun. Mulanya, kedua petugas tersebut  mencari di tengah kolam air terjun. Namun, kedua penyelam  hanya bertahan selama 7 menit  saja. Setelah itu, mereka kembali ke permukaan karena kondisi air sangat dingin.

“Penyelam yang diterjunkan tidak mampu berlama-lama berada di dalam air yang dingin. Sehingga, mereka naik ke permukaan. Pencarian kemarin kendalanya memang air yang terlalu dingin. Sementara jarak  pandang relatif bagus,” ujar  Komandan Tim Operasi SAR Madakaripura Rudi Prahara saat  ditemui di lokasi.

Loading...

Pencarian tak langsung dilakukan. Penyelam memilih menunggu saat yang tepat untuk kembali  terjun ke air. Pada saat itu, warga  sekitar berupaya mencari keberadaan korban dengan cara memasukkan besi yang telah di lengkapi dengan pengait. Namun sayang, cara ini belum membuahkan hasil.

Selain menggunakan pengait, warga juga berusaha mengalirkan air dari kolam utama  ke lokasi yang lebih rendah,  menggunakan sejumlah pipa. Sekitar pukul 13.00, petugas kembali melakukan penyelaman dengan menyusuri lokasi di sekitar korban terjatuh.

Beberapa menit berada di dasar sungai, penyelam akhirnya melihat kor-ban yang tersangkut di bebatuan. Yakni, di kedalaman empat meter  dengan jarak dua meter dari lo kasi korban jatuh.  Penyelam kemudian menarik korban agar bisa dievakuasi ke  permukaan.

“Setelah kami melakukan penyelaman yang kedua kali, kami berhasil menemukan keberadaan korban,” ujar Heri Supriyanto, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo.  Usai dievakuasi, korban kemudian   dibawa ke RSUD Tongas.  Namun, petugas kembali mendapatkan kendala saat mencoba membawa korban ke lokasi mobil  ambulans yang parkir. Sebab,  jalan menuju parkiran sempit.  Sehingga, petugas harus ekstra  hati-hati agar jenazah tidak  terjatuh.

“Jalannya dekat dengan tebing, jadi kami harus membawanya perlahan,” ujar pria yang akrab disapa Dewa itu. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sidik Widjanarko mengatakan, tenggelamnya wisatawan tersebut murni musibah. Sehingga, tidak ada yang patut disalahkan dalam  peristiwa ini.

“Ini, karena kecelakaan. Tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi,” ujarnya. Sidik melanjutkan, wisatawan yang tenggelam akan mendapatkan uang santunan sebesar Rp 30 juta.  Sebab, setiap wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata Madakaripura, sudah diasuransikan.

Sebelumnya, Suyitno Budi, 49, warga Sambikerep, Surabaya,  bersama dengan 9 orang temannya berkunjung ke tempat wisata Madakaripura sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah itu korban bersama  9 orang temannya langsung menuju ke lokasi air terjun. Baru  k mudian korban dinyatakan  hilang sekitar pukul 16.30 setelah korban terpeleset dan terjatuh  ke dalam air.

Diberitakan koran ini sebelumnya, seorang pengunjung asal Surabaya jatuh ke kolam utama dan tenggelam, sekitar pukul 17.00, Selasa (19/9). Korban datang ke Madakaripura sekitar pukul 15.30 bersama delapan rekannya, dengan mengendarai  mobil pribadi.

Begitu tiba di lokasi, korban ber sama rekan-rekannya sempat   mniikmati pemandangan di  sana. Mereka lantas foto-foto bersama. Tak puas, korban lantas naik ke bebatuan dekat dengan lokasi air terjun untuk selfie.  Apes, korban terpeleset. Dia  langsung jatuh dan tenggelam.

Korban diperkirakan tidak bisa  berenang. Begitu mengetahui korban jatuh,  petugas yang ada di lokasi wisata  langsung berusaha menolong. Mulai petugas dari Disporaparbud, guide, juga petugas dari Perhutani.Dengan alat seadanya, petugas  mencari korban. Namun, korban tidak ditemukan.

Namun, cuaca yang tidak bersahabat dan kondisi sekitar yang gelap, membuat pencarian sulit dilakukan. Sampai pukul 21.00, Selasa (19/9),  korban tidak ditemukan. Petugas pun memutuskan menghentikan pencarian. (radar)