Browse By

Mobdin Humas Alami Kecelakaan di Jalan Raya Bentar

Satlantas melakukan olah TKP dalam kecelakaan yang melibatkan mobdin humas pemkab.

Penumpang Pikap Terlempar

GENDING ­- Tiga kendaraan terli­bat kecelakaan di Jalan Raya Gen­ding, tepatnya di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, kemarin (19/9). Salah satu di antaranya, adalah mobil dinas (mobdin) Bagian Humas Protokol dan Rumah Tangga (HPRT)  Pemkab Probolinggo.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos  Radar Bromo, peristiwa itu terjadi  sekitar pukul 13.00. Saat itu, dari arah  barat melaju pikap L 300 nopol N 9388  PC yang dikemudikan Misali, 56, warga  Desa Rebalas, Kecamatan Grati, Ka­bupaten Pasuruan.

Misali tak sendiri, di dalam pikap juga ada Sartini, istrinya, dan Vian, 4, anaknya. Dari arah berlawanan, melaju kendaraan Toyota Avanza nopol N 1012  PP yang ditumpangi Kabag HPRT Bam­bang Julius beserta rombongan.

Mobil gres yang dikemudikan Sumarlan, 38, warga Desa/Keca­ matan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, itu hendak menuju pendapa bupati untuk memba­has perpisahan Kapolres Pro­bolinggo. Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP) yang menikung, pikap melewati marka jalan dan  mengambil sebagian jalan dari  arah berlawanan.

Pikap tak me­nyadari jika dari arah berlawanan  ada sebuah mobil yang ditumpangi pejabat pemkab itu. Tak ayal, kedua kendaraan beradu  moncong.  “Saya saat itu melaju kisaran  30 meter per jam. Tetapi, saat ada di TKP tiba­-tiba ada mobil  pikap yang melaju kencang seperti hendak mendahului kendaraan yang ada di depannya, lalu menabrak kami,” ujar Marlan, sa paan akrab pengemudi Avanza itu.

Loading...

Diduga karena kondisinya kencang, penumpang pikap sam­pai terlempar. “Kalau gak kencang, gak akan putar balik itu mobil. Selain itu, juga istrinya terpental dari dalam mobil,” tuturnya. Ya, setelah be­radu depan, posisi pikap langsung  berbalik ke arah barat. Sementara Sartini dan Vian terlempar keluar pikap.

Hal senada disampaikan Hadi Sudarsono, 36, warga Kelurahan  Wiroborang, Kecamatan Mayangan,  Kota Probolinggo. Pengendara Honda Scoopy nopol N 5119 SQ ini, berada di belakang Avanza.  “Saya melihat sendiri. Mobil itu melaju kencang dan melewati markah jalan. Saat itu posisi saya persis di belakang Avanza. Melihat  ada kecelakaan di depan, saya  langsung menghindar dengan  membanting setir ke arah kiri,” terangnya.

Alhasil, motornya  menabrak tiang pembatas jalan.  Ia pun terguling.  Sementara itu, Misali membantah bahwa ia melewati markah  jalan dan mengakibatkan kecelakaan. Menurutnya, yang justru melewati markah jalan dan berjalan dengan kecepatan tinggi  adalah mobil rombongan humas  pemkab.

“Saya melaju dengan mema­sang gigi tiga. Ya, tau sendiri lah  gigi tiga melaju berapa, paling tidak ya 30 ­40 meter per jam. Justru yang melewati markah jalan yaitu mobil Avanza itu dan  mau mendahului kendaraan Honda Scoopy yang ada di samping kirinya. Namanya juga mobil bagus, mungkin keenakan,” jelasnya.

Sedangkan menurut hasil olah  TKP dari pihak kepolisian dan  dari keterangan para saksi yang  berada di lokasi, kendaraan pikap  berada di posisi yang tidak menguntungkan. Pikap  menikung terlalu ke kanan dan berusaha  mendahului kendaraan yang ada  di depannya.

“Kesimpulan sementara yaitu  disebabkan oleh kendaraan pikap  yang terlalu menikung kekanan. Lalu, kemudian menabrak kendaraan dari arah berlawanan,” kata Ipda Siswandi, kanit Laka Polres Probolinggo. Siswandi menjelaskan, saat ini  pihaknya masih terus melakukan  penyidikan terhadap kasus ini.

 “Masih kami selidiki untuk me­mastikan siapa yang menjadi penyebabnya. Untuk korban jiwa nihil. Namun, ada dua korban  yang dilarikan ke rumah sakit  karena tidak sadarkan diri,” jelasnya. (radar)