Browse By

Atap Rumah Ustad Meledak

Rumah Nursalim yang dilempar bahan peledak oleh orang tak dikenal.

Korban Menduga Bondet, Polisi Sebut Mercon

REMBANG ­Ketenangan warga Desa Krengi, Kecamatan Rembang, Senin malam (18/9) terusik. Penyebabnya, adanya aksi pe­lemparan benda yang diduga  bondet di salah satu rumah warga setempat. Lemparan benda itu menimpa rumah Nursalim, 39, guru  ngaji di kawasan setempat.

Informasi yang dihimpun Jawa  Pos Radar Bromo, insiden itu  berlangsung sekitar pukul 23.30. Malam itu, korban baru saja tak­ziah ke rumah saudaranya yang ada di Desa Kanigoro, Kecamatan Rembang. Baru saja berleha­le­ha, korban tersentak setelah  mendengar bunyi ledakan.  Bunyi ledakan itu terdengar di atap depan rumahnya.

Begitu  mendengar bunyi ledakan, Nur­  salim langsung keluar rumah. Warga yang mendengar bunyi ledakan itu, juga berhamburan keluar rumah. Sayangnya, ia tak melihat siapapun yang diduga melemparkan benda tersebut.  

Loading...

“Saya baru sampai rumah. Saat  baru menonton televisi, tiba­-tiba ada ledakan di luar rumah. Saya  keluar rumah, tapi tak menemukan yang melakukan pelemparan,” bebernya. Menurut sejumlah warga, pelemparan itu tidak me­nyasar rumah Nursalim alias salah  sasaran. Hanya saja, warga tidak  menjelaskan rumah siapa yang  di tuju pelaku pelemparan. 

Beruntung, kejadian itu tak sampai menimbulkan korban. Pasalnya, ledakan itu hanya menimbulkan kerusakan di genting  rumah. Ada tiga genting pecah.  Ia memperkiakan, ledakan yang  terdengar sejauh satu kilometer  itu adalah bondet.

Saat menengok  bagian atas rumahnya, ia melihat  kepulan asap. Ia pun menaiki  tangga dan mengambil barang­   barang sisa ledakan.  “Bentuknya sudah hancur kecil­ kecil seperti kerikil dan kelereng.  Saya ambil dan saya taruh di  wadah. Benda­-benda itu saya serahkan ke pihak polisi,” sampainya.

Pihaknya tak mengetahui  siapa pelempar bondet tersebut. Apalagi, selama ini ia merasa tak memiliki musuh. Terpisah, Kapolsek Rembang  AKP Bambang Sucahyono mengatakan, benda­-benda yang dipungut Nursalim dan diserahkan  ke polisi, lebih mirip disebut mercon.

“Bukan bondet, melainkan mercon,” sambungnya. Polisi   sudah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa Nursalim.  Pihaknya belum memastikan apa yang melatarbelakangi pe­lemparan mercon tersebut. Karena sejauh ini masih dalam  proses penyelidikan.

“Apa motifnya, masih kami selidiki. Kami belum tahu apa yang melatar  belakangi pelemparan petasan itu,” tutupnya. (radar)