Browse By

Asyik Selfie, Pengunjung Madakaripura Tenggelam

Air terjun Madakaripura di Lumbang, Kabupaten Probolinggo yang kembali menelan korban.

LUMBANG ­- Lokasi wisata air terjun Madakaripura di Desa  Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, kembali memakan korban. Seorang pengunjung asal Surabaya jatuh ke kolam utama dan tenggelam, sekitar pukul 17.00, kemarin (19/9).

Korban adalah Suyitno, 49, karyawan PT Finansial Multifinance,  Surabaya. Korban yang merupakan warga Jalan Sambiarum Lor 53H26, RT 09/RW 06, Kelurahan Sambikerep, Kecamatan Sambikerep, Surabaya,  ini datang ke Madakaripura, pukul 15.30 bersama delapan rekannya  dengan mengendarai mobil pribadi.

Selain korban, delapan rekannya yaitu, Karyanto, 40;   Riri Novariyanto, 27; Yopi, 30;  Andre, 38; Putra, 30; Kurniawan, 34; Ferry, 38; dan Aklis, 28. Komandan Polhutmob Per­hutani KPH Probolinggo Aris Rofiq Hidayat menjelaskan, begitu tiba di lokasi, korban bersama  rekan­-rekannya sempat menik­mati pemandangan disana.

Mereka lantas foto-­foto bersama.  Saat foto-­foto itulah, korban lantas naik ke pinggir kolam utama air terjun untuk selfie. Apes, korban terpeleset. Dia  langsung jatuh ke kolam utama  dan tenggelam. Yaitu di kolam  sebelah barat atau di sekitar  jatuhnya air terjun. Kedalamannya  diperkirakan antara 9  14 meter di bagian tengah. Aris memperkirakan, korban  tidak bisa berenang, sehingga  tenggelam.

Loading...

“Mungkin juga korban  bisa berenang. Namun, karena  sudah sore, kondisi air di kolam   dingin kan. Korban akhirnya kram dan tenggelam,” tuturnya. Begitu mengetahui korban jatuh,  petugas yang ada di lokasi wisata   langsung berusaha menolong. Mulai  petugas dari Disporaparbud, guide,  juga petugas dari RPH Sukapura. Dengan alat seadanya, petugas mencari korban di kolam. Namun,  korban tidak ditemukan.

“Karena tidak ditemukan, akhir­nya petugas yang standby di sana, menghubungi kami,” terang  Aris. Kejadian ini langsung mendapat  atensi dari Perhutani KPH Probo­linggo. Aris yang juga anggota  SAR Khusus Jawa Timur langsung  ke lokasi, tadi malam pukul 19.00.   Dia datang bersama empat ang­gota SAR yang lain.

“Lokasi ini kan termasuk wilayah  kami. Masuk BKPH Sukapura,  RPH Sukapura. Karena itu, kami langsung ke lokasi kejadian un­tuk melakukan pencarian,” tutur­nya. Sejumlah pihak juga langsung   turun ke lokasi. Antara lain, Adm Perhutani KPH Probolinggo  Lorentius Suhartana, yang tiba  di lokasi pukul 17.00. Lalu, Forkopimda Lumbang, BPBD Ka­bupaten Probolinggo, Basarnas  Jatim, dan warga sekitar.

Pencarian, menurut Aris, lang­sung dilakukan tadi malam.  Namun, cuaca yang tidak bersahabat dan kondisi sekitar yang   gelap, membuat pencarian sulit dilakukan. Sampai pukul 21.00 tadi malam, korban tidak dite­mukan. Petugas pun memutuskan  menghentikan pencarian.

“Basarnas Jatim juga sudah datang barusan. Namun, tidak  sempat terlibat pencarian. Karena kondisi tidak memungkinkan. Pencarian dihentikan dan akan dilanjukan besok pukul 06.00,” terang Aris. Selain itu, SAR Jember  juga sudah bergabung. Mereka  akan ikut melakukan pencarian,  hari ini.

Aris memperkirakan, tubuh korban masih ada di kolam. Sebab, jika sudah keluar dari  kolam, tubuh korban bisa  langsung terlihat. ”Karena keluar dari kolam atau di pinggiran kolam kan dangkal,”  katanya. Untuk memudahkan  pencarian, mulai tadi malam, lokasi wisata  ditutup sementara hingga batas waktu yang tidak  ditentukan. (radar)