Browse By

Polisi Lumpuhkan Spesialis Begal

Mahfud terbaring di dragbar RSUD Waluyojati, Kraksaan usai ditembak polisi saat berupaya kabur waktu akan ditangkap polisi.

KRAKSAAN – Berakhir sudah pelarian Mahfud, 22, warga Desa Purut, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo dari  kejaran polisi. Sabtu (17/9) sore lalu,  spesialis pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) alias begal itu, berhasil  dibekuk jajaran Polres Probolinggo.

Tak hanya itu, Mahfud didor kakinya karena berusaha melarikan diri.  Data yang dihimpun Jawa Pos  Radar Bromo menyebutkan, peristiwa penangkapan terhadap Mahfud itu terjadi sekitar pukul 17.00. Penangkapan terjadi di  jalan Desa Purut.

Mahfud terlibat kasus curas sepeda motor Kawasaki Ninja 250 cc Nopol L 4444 YW milik Di dung Kusuma, di jalan raya Desa Malasan Kulon, Kecamatan  Leces, Kabupaten Probolinggo, pada 14 Desember 2016 lalu.  Saat itu, korban yang merupakan  warga Kelurahan Masangan  Kulon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, itu tengah   melintas di tempat kejadian perkara (TKP).

Loading...

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto membenarkan  penangkapan pada Mahfud. Pelaku yang memang menjadi incaran polisi ini, dikenal sadis. “Pelaku memang spesialis curas alias begal,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin.

AKP Riyanto menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku berawal saat anggota tim khusus untuk pencegahan 4C yakni Curat,  Curas, Curanmor, Curwan, tengah patroli di Kecamatan Lumbang. Kemudian, tim mendapatkan  informasi, bahwa DPO curas yakni Mahfud, sedang melintas di jalan Desa Purut, menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU.

Mendapat informasi tersebut, tim kemudian melakukan penghadangan di jalan desa dan berhasil menangkap Mahfud, beserta barang bukti Suzuki Satria FU.  “Kami langsung amankan tersangka Mahfud itu di jalan Desa Purut,” ujarnya.

 Saat itu juga, pihaknya berusaha melakukan pengembangan terhadap tersangka lain. Sayang nya, saat dilakukan pengembangan,  pelaku melakukan perlawanan kepada petugas serta berusaha  kabur. Hingga akhirnya, petugas  melumpuhkan pelaku dengan  tembakan di kaki kanannya.

“Kami terpaksa lumpuhkan pelaku dengan tembakan di bagian kakinya,” terangnya. Saat di singgung hasil dari pengembangan, Kasat Reskrim mengaku  masih belum membuahkan hasil. Saat ini, pihaknya masih memburu tersangka lain dari  komplotan Mahfud.

Namun, dari penangkapan itu, Mahfud terlibat di lima TKP  berbeda. Tiga di antaranya, di Bukit Bintang Gunung Bentar, Desa  Curahsawo, Kecamatan Gending  pada 11 Maret 2017, dengan hasil  Honda Beat warna putih; di Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan  Wonoasih, Kota Probolinggo pada  6 Agustus 2017, dengan hasil Suzuki Satria FU; di Desa/Kecamatan  Lekok, Kabupaten Pasuruan pada  11 September 2017, dengan hasil Yamaha Vixion. Dengan aksi kriminalnya selama ini, Mahfud terancam mendekam di penjara.

“Pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” tegas nya. (radar)