Browse By

Duh, Sungai Kedunglarangan Jadi “Surga” Sampah Popok

Petugas DLH dan aktivis lingkungan saat mengevakuasi sampah popok dari sungai Kedunglarangan, kemarin

BANGIL – Sungai Kedunglarangan yang berada di kawasan  pusat ibu kota Kabupaten Pasuruan, Bangil, dipenuhi sampah popok bayi. Hal itu terungkap dalam aksi bersih-bersih yang dilakukan aktivis lingkungan dan  Dinas Lingkungan Hidup (DLH)   Kabupaten Pasuruan, kemarin.

Giat bersih-bersih Sungai Kedung larangan tersebut, mendapati  ratusan bahkan ribuan popok bayi. “Hal inilah yang memantik  perhatian kami untuk menggiatkan bersih-bersih Pampers ini.  Harapannya, sungai Kedunglarangan bebas sampah. Khususnya popok bayi,” ungkap Christia Anggraini, koordinator Departemen Konseling Forum Komunikai  Peduli Lingkungan (FKPL) Kabupaten Pasuruan.

Menurut Christia, aksi bersih- bersih yang dilakukan bersama  aktivis Ecoton tersebut ditujukan  untuk menciptakan kawasan  Sungai Kedunglarangan yang bersih dari limbah popok. Mengingat, sampah popok sangat  berbahaya bagi kesehatan. Sebab,  bisa menjadi sarang dan mengundang penyakit.

Dampak dari paparan limbah popok, bisa mencemari sungai.  Padahal, sungai Kedunglarangan banyak dimanfaatkan warga untuk beraktivitas. Mulai memancing sampai mandi. “Kandungan popok bisa memicu bakteri ecoli. Bakteri ini bisa  memicu diare ataupun tipus.   Selain itu, dampak limbah popok ini juga bisa memicu kelainan  genetik pada ikan. Efeknya bisa  berbahaya bila dikonsumsi,” bebernya.

Loading...

Karena itulah, pihaknya dan beberapa pegiat lingkungan turun kali Kedunglarangan. Tujuannya,  untuk mengevakuasi popok yang  ada di sungai. “Kami juga berharap ini bisa menjadi semacam pendorong bagi warga untuk mencintai sungai.  Supaya mereka tidak lagi membuang sampah di sungai. Terlebih, limbah popok,” sambungnya.

Sementara itu, Suprapto, kepala Bidang Pengolahan Persampahan, Limbah B3 dan Non-B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan mengapresiasi kegiatan  tersebut. Sebabnya, aksi evakuasi  popok bisa membuat sungai lebih  bersih.

“Di bantaran sungai Kedunglara-gan sudah ada space. Seharusnya pembuangan sampah dilakukan  di space yang telah disediakan,”  jelasnya. (radar)