Browse By

Mabuk-Mabukan, 34 Remaja Diamankan Satpol PP

Dua remaja perempuan yang ikut terjaring dalam razia Satpol PP, Sabtu (16/9) malam.

PROBOLINGGO – Razia penyakit masyarakat tak pernah berhenti digelar Satpol PP Kota Probolinggo. Sabtu (16/9)  malam lalu, aparat penegak perda tersebut  kembali menggelar razia yang tujuannya untuk menciptakan kondisi kondusif.  Sedikitnya, 34 remaja yang sedang mabuk-mabukan, berhasil dijaring . Dari 34 remaja itu, dua diantaranya remaja perempuan.

Semuanya diamankan dalam waktu dan lokasi yang berbeda.  Saat diamankan, petugas juga  menemukan barang bukti minuman keras jenis arak. Adapun razia yang digelar malam itu mulai pukul 21.00 hingga pukul 24.00. Kali ini razia mengambil lokasi di beberapa titik,  yakni rel KA Pasar Babian (Pasar  Mangunharjo); JLU Rusunawa; JLU timur BJBR, dan rel KA di  Jalan Patiunus.

Kasi Ops Satpol PP Kota Probolinggo Hendra Kusuma mengungkapkan bahwa razia rutin  yang digelar itu, tujuanya untuk  membuat Kota Probolinggo lebih baik lagi. Bahkan, dalam razia  malam itu juga didapati remaja   pria yang merengek saat hendak diamankan petugas.

Selanjutnya, ke-34 remaja tersebut dikeler ke Mako Satpol PP  Kota Probolinggo. Adapun bentuk pembinaan yang dilakukan yakni  dilakukan pemotongan rambut bagi yang dicat atau diwarnai.  Selain itu, juga untuk memberikan efek jera. Seluruh aksesori  yang digunakan para pria disita  petugas. Seperti anting-anting,  kalung, dan gelang.  

Loading...

Selanjutnya, mereka diberi sanksi fisik yakni disuruh sit  up, push up, dan squat jump.  Tak sampai di sana. Para remaja  yang telah didata, tak diper bolehkan untuk pulang sebelum  dijemput oleh pihak keluarga. “Kami lakukan pembinaan guna memberikan efek jera,” terang  Hendra.  

Hendra menambahkan, razia  tersebut memang rutin dilakukan tiap Sabtu Malam. Dengan harapan, tak ada lagi remaja yang  bertingkah melebihi batas. Salah satunya yakni mabuk-mabukan.  Apalagi, mabuk seringkali menjadi awal mula tindak kriminal.

“Kami akan terus melakukan  razia rutin ini. Dengan harapan,   Kota Probolinggo sudah bersih  dari remaja yang mabuk-mabukan. Secara tak langsung, kondisi  yang konduisif akan tercipta,”  pungkasnya. (radar)