Browse By

Menderita karena Hamil Duluan

Ilustrasi

BANGIL – Gaya pacaran Minthul dan Tole (nama samaran), warga Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, melampui batas.  Akibatnya, Minthul, 20, hamil. Mau tidak mau,  keluarga Minthul menikahkannya dengan
Tole, bapak si jabang bayi.

Namun, meski  sudah menikahkan keduanya, keluarga  Minthul terlanjur sakit hati pada Tole.  Tole pun tak pernah dianggap di keluarga.  Kondisi itu membuat pernikahannya tak harmonis. Hingga akhirnya kisah cinta dua insan ini kandas di tengah jalan. Saat itulah, Minthul mengaku menyesali gaya  pacarannya dengan Tole dulu. 

“Saya memang sudah lulus SMA. Tapi, karena keburu hamil, ya enggak bisa ngapa-ngapain lagi,” ungkapnya. Minthul sendiri sudah kenal Tole sejak menjadi kakak kelasnya dulu. Mereka sendiri sudah pacaran saat SMA dan tetap berlangsung setelah Tole lulus.

Dari awal, orang tua Minthul memang kurang suka dengan  Tole. Karenanya, mereka seringkali  harus pacaran sembunyi- sembunyi agar tidak diketahui  orang tua Minthul.  Akhirnya, hal yang tidak diinginkan terjadi. Minthul ketahuan hamil akibat gaya pacaran yang  kebablasan.

Loading...

Tentu saja, hal ini  membuat orang tua Minthul marah besar. Bahkan, langsung  melabrak ke rumah Tole. Akhirnya,  saat itu disepakati muda-mudi dimabuk asmara ini dinikahkan.  Meski sudah menikah, bukan berarti Tole diterima dengan  hangat di keluarga Minthul.

Tole yang ikut tinggal di rumah orang tua Minthul, merasakan sikap  dingin keluarga istrinya. Keluarga Minthul sendiri tak menyukai  Tole karena dari keluarga biasa dan pekerjaannya hanyalah  karyawan pengantar mebeler.

“Dia kerja ikut pamannya, kirim- kirim barang mebeler. Memang, pendapatannya tak besar dan  ini yang bikin orang tua saya gak suka,” ungkapnya. Dengan pendapatan yang pas-pasan, belanja  untuk keperluan sehari-hari juga  tak seberapa. Gara-gara hal ini,  seringkali Tole disindir kala  makan di rumah.

Kala tak ada barang yang dikirim,  Tole lebih sering berada di rumah. Kondisi itu juga membuat mertuanya tak suka. Bahkan, ibu Minthul terang-terangan menyuruh Tole untuk mencari uang.  “Ya, akibatnya Tole gak pernah  kerasan di rumah. Bahkan, dia lebih sering makan di rumah lama dan kadang tak pulang,” ujarnya.

Hal ini membuat Minthul menangis dan tertekan. Mau ikut Tole, tapi orang tua juga tidak mengizinkan lantaran masih  hamil dan tak mau anaknya hidup susah. Tak selang berapa lama, Minthul melahirkan. Setelah sang  anak lahir, justru Tole makin  jarang kelihatan. Sehingga, kebutuhan anak banyak di- support orang tua Minthul.

Karena itulah, orang tua Minthul menyuruh mereka berdua berpisah. Apalagi, rumah tangga  Tole dan Minthul sudah tidak lagi harmonis. “Kalau saya inginnya Tole tetap pulang dan mendampingi saja. Tapi, dia bilang gak kerasan. Sekarang malah  dia gak pernah nengok saya atau  kasih uang. Karena makin gak jelas, ya sudah akhirnya pilih  pisah saja,” jelasnya. (radar)