Browse By

Pasar Mebel Bukir Dilalap Api

Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang membakar puluhan los pedagang, Selasa (12-9) malam.

Kerugian Capai Miliaran Rupiah

GADINGREJO – Kebakaran hebat yang terjadi di Pasar Mebel Bukir, Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, pada Selasa (12/9) malam lalu benar-benar mencekam.  Betapa tidak, kobaran api yang  membumbung sekitar 10 meter,  meluluhlantakkan 39 los milik 31 pedagang. Kerugian pun diperkirakan mencapai miliaran  rupiah.

Tak perlu waktu lama bagi si  jago merah untuk membakar los milik pedagang. Cukup 3 jam  saja. Yakni, dari Selasa malam pukul 23.00, sampai dini hari kemarin (13/9) sekitar pukul  02.00. Selama tiga jam itu, pedagang, warga setempat, aparat keamanan, sampai pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api dan menyelamatkan mebeler.

Kejadian ini juga membuat cemas warga setempat. Pasalnya, di sekitar pasar juga ada permukiman penduduk dan Puskesmas Gadingrejo. Sebagian warga yang  malam itu sudah terlelap, kaget  dengan cahaya memerah di dalam  kawasan pasar.

Loading...

Bahkan, akibat  kebakaran itu, kaca puskesmas pecah karena tertimpa lampu penerangan jalan yang roboh.  Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, api diperkirakan  berawal dari kios pasar induk yang berada di sisi selatan.

Embusan angin kencang, membuat  jilatan api semakin berkobar- kobar. Total, ada 39 los yang terbakar. Rinciannya, 32 bangunan  permanen dan 7 bangunan semi  permanen. “Banyaknya mebeler dan tiner di dalam bangunan los disertai  angin yang bertiup kencang menjadi pemicu utama kebakaran  hebat ini,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Kota Pasuruan Yanuar  Afriansyah.

Yanuar menjelaskan, pihaknya  menerjunkan 3 mobil pemadamkebakaran (damkar) untuk memadamkan api. Bahkan, 3 unit damkar itu bolak-balik selama  dua kali untuk mengisi air. Maklum, kobaran api malam itu  sulit dipadamkan.

 “Kami mencoba memadamkan api sejak pukul 23.15, namun api baru padam sekitar pukul 02.00. Lamanya waktu pemadaman karena yang terbakar adalah mebeler yang memang mudah terbakar,” jelasnya.  Untuk memudahkan pemadaman, polisi memasang police line.

Warga yang tidak berkepentingan dilarang ke lokasi kejadian. Maklum, tidak semua warga yang  ikut memadam kan api. Sebagian  lain malah mengabadikan peristiwa tersebut dengan ponsel masing-masing. Sementara itu, Kapolsek Gadingrejo Kompol Wartono mengaku  belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut.

Alasannya,  tidak ada saksi yang melihat  langsung kebakaran tersebut. Karena itu, pihak kepolisian menggandeng tim labfor Mabes Polri cabang Surabaya untuk menyelidiki  peristiwa tersebut. “Penyebabnya masih kami dalami. Sebab, warga tahunya api  sudah membakar kios di sebelah selatan. Tadi sekitar pukul 14.00,  tim labfor Polda datang. Namun,  hasilnya paling cepat baru diketahui minggu depan,” jelasnya.

Terkait kerugian yang diderita  akibat peristiwa tersebut, Kepala UPT Pasar Mebel Bukir Sutarto mengaku masih akan mengumpulkan data. Sebab, kerugian yang dialami pedagang beragam. Namun, ia memperkirakan kerugian mencapai angka miliaran  rupiah.

“Kalau nilai pastinya saya belum tahu, tapi yang jelas mencapai miliaran rupiah. Kami memang belum sempat melakukan inventarisasi. Namun, ada pedagang yang mengaku mengalami  kerugian sebesar Rp 500 juta,” terangnya. (radar)