Browse By

Kena Pasar, Jalur Tol Paspro Seksi 4 Digeser

Pembangunan fisik Tol Paspro di Leces ini sudah mencapai 40 persen. Kementerian PU-Pera kini fokus untuk seksi 4 yang melintasi 6 kecamatan.

PROBOLINGGO – Pembangunan jalan tol Pasuruan-Probolinggo hingga kini masih dipercepat pengerjaannya. Pemerintah pusat bahkan bersiap melanjutkan pembangunan tol dilanjut sampai Maron untuk seksi 4.

Namun, seksi yang akan melintasi 6 kecamatan tersebut bakal  ada perubahan.  Ini, lantaran seksi 4 yang panjangnya mencapai sekitar 12,7  kilometer, menemui kendala. Penyebabnya ada perubahan  jalur wilayah Gending karena  rencana awal jalan tol tersebut melintasi di atas lahan Pasar  Gending. Dengan begitu, perlu  ada pergeseran rute.

Agus Minarno, selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) proyek Tol Paspro dari Kementerian  Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PU Pera) mengatakan, proyek pembangunan jalan tol  Paspro mulai dari Grati-Kabupaten  Pasuruan sampai Leces-Kabupaten Probolinggo berjalan  dengan lancar.

Sejauh ini, pihaknya sudah fokus pada penyelesaikan pengerjaan fisik jalan tol. Karena lahan yang terdampak jalan tol Paspro sudah tuntas. “Kalau soal jalan tol seksi I, II, dan III sudah berjalan. Untuk lahannya sudah 96 persen siap.  Kalau untuk pengerjaan fisiknya, sudah mencapai 40 persen,” katanya kepada Jawa Pos Radar  Bromo, kemarin.

Loading...

Agus menjelaskan, tahun ini  pihaknya juga mulai merencanakan proyek jalan tol seksi  empat. Jalan tol lanjutan seksi  4 tersebut akan melalui 6 kecamatan. Yaitu, mulai Kecamatan Leces (1 desa); Tegalsiwalan (3  desa); Dringu (1 desa); Banyuanyar  (3 desa), Gending (3 desa), dan Maron (3 desa). Sehingga, diperkirakan jalan tol lanjutan sepanjang 12,7 km itu akan melewati 14 desa.

”Ada sedikit perubahan. Ternyata  gambar rencana awal jalan tol seksi empat itu, ada tumpah tindih dengan pasar. Karena jalan tol kena pasar, jadi dilakukan perubahan atau penggeseran sedikit,” terangnya. Karena ada perubahan jalur  tersebut, lanjut Agus, pihaknya  belum melakukan sosialisasi atau kegiatan konsultasi publik. Namun, perubahan gambar jalur  jalan tol tidak membutuhkan  waktu lama.

”Nanti tinggal diajukan ke Dirjen soal perubahan itu. Jika sudah  selesai, baru langsung kebut sosialisasi,” terangnya. (radar)

Incoming search terms:

  • krangka tol kraksaan