Browse By

TKI asal Probolinggo Meninggal di Malaysia

Ilustrasi

GADING – Briyo, 60, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, meninggal di Malaysia, Minggu lalu (10/9). Briyo yang menjadi TKI secara ilegal itu meninggal akibat sakit diabetes. Jenazahnya sudah dipulangkan Senin (11/9) lalu. 

Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Ketransmigrasian, dan Perluasan Kesempatan Kerja Saniwar, membenarkan informasi tersebut.  Namun, kepergian Briyo ke  negeri jiran tidak tercatat di Disnaker setempat. Karena tidak terdaftar di Disnaker, pihaknya hanya mendapatkan tembusan. 

Sesuai keterangan surat yang diterima, Briyo meninggal karena sakit. Tidak ada tanda- tanda kekerasan atau pembunuhan. Bahkan, keluarga juga  sudah menerima kondisi itu.  “Ilegal. Kami hanya mendapatkan laporan. Karena ilegal, TKI  itu tidak mendapat perlindungan atau bantuan apapun,” terangnya pada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin (12/9). 

Saniwar mengatakan, warga yang ingin bekerja di luar negeri, seharusnya mendaftarkan atau mencatatkan diri ke Disnaker. Dengan tercatat di Disnaker, maka pemerintah bisa memberikan perlindungan atau bantuan ketika yang bersangkutan terlibat masalah atau meninggal. Tahun ini, tercatat ada 26 orang  yang berangkat menjadi TKI. Sedangkan tahun lalu lebih banyak, mencapai 33 orang. Para TKI ini tersebar di Malaysia,  Taiwan, dan Hongkong.

Loading...

“Tahun ini dari 26 orang yang  berangkat menjadi TKI, sebanyak 12 orang bekerja di sektor  formal dan 14 orang lagi  nonformal. Formal di sini maksudnya bekerja di pabrik, perhotelan, dan sudah memiliki sertifikat kompetensi terhadap pekerjaan.  Kalau nonformal, kerja seperti  asisten rumah tangga (ART), sopir, dan lainnya,” katanya.

Terpisah, Kapolsek Gading AKP  Sugeng membenarkan adanya warga Condong yang menjadi TKI  dan meninggal di Malaysia. Ia  memastikan, bahwa Briyo meninggal karena penyakit yang diidapnya. “Iya, meninggal karena sakit,”  singkatnya. (radar)