Browse By

Kebakaran Hutan di Area Bromo Meluas

Asap putih terlihat di kawasan B-29 area
Perhutani yang terbakar

Tadi Malam, Masih Terpantau Api di Kawasan B-29

SUKAPURA – Kebakaran hutan yang melanda kawasan Gunung Bromo hingga kemarin (12/9) masih terjadi. Luas  area terdampak kebakaran pun meluas.  Di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS),  dari yang sebelumnya tercatat 75 hektare lahan terdampak kebakaran hutan, hingga tadi malam sudah menjadi sekitar 90  hektare.

Sementara kebakaran hutan yang masuk wilayah Perhutani sejauh ini masih belum diketahui luas area yang terbakar. Yang  jelas, kobaran api masih terpantau di hutan area Perhutani sampai tadi malam. Fariana Prabansari, kepala Bidang  TNBTS Wilayah Satu mengatakan, di wilayah TNBTS, sampai tadi malam kebakaran hutan menyisakan di area Malang.

Sementara untuk area Pasuruan dan  Probolinggo yang sebelumnya  sempat terpantau kobaran api sudah berhasil dipadamkan. Fariana menyebut, di wilayah   Kabupaten Probolinggo, pemadaman api dilakukan oleh petugas gabungan yang jumlahnya lebih dari 100 orang.

Loading...

Tim gabungan itu terdiri atas petugas TNBTS, TNI, Kepolisian, BPBD, dan juga relawan. Sekitar pukul 22.00 Senin malam (11/9), api di daerah Watu Kuto  yakni lereng tebing B-29, masuk  wilayah Kecamatan Sumber (area  TNBTS) sudah berhasil dipadamkan.

Kobaran api itu dipadamkan dengan cara seadanya. Yakni, dengan mendatangkan mobil tangki air dan juga dengan  memukulkan rating pohon ke si  jago merah. Begitu juga di area TNBTS wilayah Pasuruan. Dengan begitu, di area TNBTS, titik  api yang belum dipadamkan di  wilayah Malang.

“Wilayah Malang sampai sejauh ini masih proses pemadaman. Kami akan terus berusaha untuk memadamkannya. Kami juga  telah menerjunkan petugas ke  sana, saat ini wilayah kami yang  mengalami kebakaran sekitar 90 hektare dengan rincian 75 hektare kawasan Probolinggo,  9 hektare kawasan Pasuruan, dan juga 6 hektare wilayah Malang,” ujarnya.

Di wilayah Kabupaten Probolinggo sendiri, sampai tadi malam masih terlihat sejumlah  titik kobaran api di area Bromo. Namun, Fariana memastikan, lahan yang terbakar itu tak masuk  wilayah TNBTS. Namun, masuk  wilayah Perhutani.

Kapolsek Sukapura AKP Nur Khori membenarkan hal itu.  Kebakaran yang masih terjadi  kemarin itu berada di wilayah Kecamatan Sumber dan merupakan lahan dari pihak Perhutani. “Kalau hari ini (kemarin) itu masuk wilayah Sumber, tepatnya di area B-29 dan itu masuk  wilayah Perhutani,” tuturnya.

Pihak kepolisian beserta TNBTS  kemarin melakukan pertemuan yang membahas terkait luas area yang mengalami kebakaran di wilayah Probolinggo, Pasuran, dan juga Malang.  Hasilnya, untuk Kabupaten Probolinggo sekitar 75 hektare  yang dibagi 50 datar dan 25 tebing, wilayah Pasuruan 9 hektare dengan rincian 4 datar dan 5 tebing, sedangkan sedangakn  untuk wilayah Malang yakni 6  hektare dengan rincian 3 datar dan 3 tebing.

“Tadi, kemarin kami sudah menghitung berapa  luas daerah yang mengalami kebakaran,” kata pria yang akrab  di sapa Nur itu.  Untuk menanggulangi kebakaran hutan itu, pihak TNBTS  beserta TNI, Kepolisian, beserta para relawan membentuk  tim siaga.

Tim tersebut disiagakan jika sewaktu-waktu ada insiden kebaran lagi. Selain itu, juga sudah disiapkan mobil pemadam kebakaran yang di-standby-kan di Pos TNBTS.  “Sudah semua kami atur. Kami  juga sudah membentuk tim  siaga untuk sewaktu-waktu terjadi kembali,” tuturnya.

Sementara itu, pihak Perhutani sendiri yang lahannya terbakar sampai berita ini ditulis belum bisa dikonfirmasi.  Ladang Tebu Terbakar  Amuk si jago merah kembali terjadi di Kota Probolinggo, kemarin siang. Api menghanguskan ladang tebu milik Purwati,  warga pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Beruntung ladang itu dalam  kondisi tebunya sudah dipanen. Sehingga, pemilik ladang tak  mengalami kerugian berarti  imbas insiden tersebut. Kapolsek Kademangan Kompol Kasman mengatakan, kebakaran  itu dipicu lantaran faktor alam.  Kebetulan cuaca di areal setempat kemarin cukup panas.

“Di lokasi kebakaran itu, ada  sekitar 10 orang yang sedang mengerjalan proyek plengsengan.  Dari pemeriksaan kami, tak ditemukan adanya orang yang  sengaja menyulut api,” kata Kompol Kasman. Sementara itu, Puspito, ketua UPT Damkar Kota Probolinggo mengatakan, lahan yang terbakar sekitar 25 meter persegi.

Bagian yang terbakar merupakan sisa atau bekas lahan tanaman tebu. Kebanyakan didominasi  daun kering.  Pemadam kebakaran sendiri kesulitan untuk menjinakkan api.  Sebab, area terbakar lokasinya sulit terjangkau. “Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 dari informasi  masuk ke Mako. Melihat kondisi  dan laporanya yang tak terlalu besar, satu unit mobil damkar kecil  meluncur. Namun, kondisinya sulit untuk masuk,” katanya.

Api akhirnya bisa padam dengan sendirinya. Selain itu, masih  jauh dari rumah penduduk. Sehingga, mobil damkar kembali ke mako. “Jika dipaksakan, dikhawatirkan mobil tergelincir lantaran posisinya sulit untuk dijangkau. Namun, kita tetap  melakukan pengawasan,” bebernya. (radar)