Browse By

Cari Kerja Sampingan dengan Ecer Togel

Asrokah (kanan) saat dimintai keterangan penyidik Polsek Gempol, kemarin.

BANGIL – Gaji sebagai buruh tani yang tak menentu, membuat Asrokah, 52, warga Desa Legok, Kecamatan  Gempol, memilih jalan pintas untuk cari kerja sampingan. Sayangnya, pekerjaan sampingan yang dilakoninya, justru  harus menyeretnya ke balik jeruji besi.

Betapa tidak, bisnis sampingan yang dilakoninya itu, bertentangan dengan hukum. Ia nekat mencari tambahan  penghasilan dengan menjadi pengecer togel. Usaha  haram tersebut, sudah dilakoninya lima bulan terakhir.

Kasubaghumas Polres Pasuruan AKP Suprihatin mengatakan, tersangka Asrokah ditangkap Senin (11/9). Ia ditangkap di tepi jalan Dusun/ Desa Legok, Kecamatan  Gempol, sekitar pukul 13.00. Ia ditangkap, setelah petugas melakukan penyelidikan.  Awalnya, petugas mendapat informasi kalau tersangka memang kerap mengecer togel.

“Petugas yang   mengantongi informasi tersebut, bergerak untuk melakukan penyelidikan,” tukasnya.  Saat melakukan penyelidikan tersebut, petugas mendapati tersangka berada di tepi jalan Legok. Petugas kemudian menghampirinya dan melakukan  penggeledahan.

Loading...

Dalam penggeledahan itu, petugas Buser Polres Pasuruan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Selain uang tunai Rp 422 ribu, petugas juga mengamankan  handphone Samsung yang berisikan SMS togel. Atas temuan itu, tersangka digiring ke Mapolres  Pasuruan untuk pemeriksaan.

Kepada petugas, pelaku tak mengelak dengan apa yang dilakukannya selama ini.  Ia nekat menjadi pengecer togel lantaran kepepet untuk  memenuhi kebutuhan sehari-hari.  Maklum, hasil dari buruh tani, tak menentu sehingga tak bisa diandalkan.

“Pekerjaannya buruh tani. Hasil dari buruh tani, tak menentu. Jadi, ia nekat melakukan pekerjaan ini untuk  tambahan penghasilan,” ungkap Suprihatin. Dalam bisnis terlarang itu, ia memeroleh omzet yang  lumayan. Sekali bukaan, ia  bisa memeroleh pendapatan antara Rp 300 ribu hingga Rp  800 ribu.

“Bersih saya dapat 20 persen,” sambungnya. Kini, ia hanya bisa meratapi  perbuatannya. Ia ditahan  dengan jangka waktu ancaman yang cukup lama.  Yakni, 10 tahun penjara. Lantaran kesalahannya yang melanggar pasal 303 KUHP  tentang perjudian. (radar)