Browse By

Dua Kapal Nelayan Dilalap Api di Probolinggo

Dua kapal motor milik nelayan yang tengah sandar di pelabuhan Tanjung Tembaga, Mayangan, terbakar tadi malam.

PROBOLINGGO – Kebakaran hebat terjadi di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, tadi  malam. Dua kapal milik nelayan Tanjung Balai, Kepulauan Riau, dilalap si jago merah tadi malam.

Kebakaran tersebut melengkapi peristiwa serupa yang sebelumnya terjadi di gudang gaharu di kelurahan yang sama, serta peristiwa kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.30 itu, menimpa dua kapal milik  Ati dan Amoi. Dua kapal warga Tanjung Balai itu tengah sandar usai mencari ikan di perairan  Jawa Tengah.

Seperti biasa, saat sandar, anak buah kapal mengecek kondisi kapal serta memperbaiki  jika ada kerusakan. Serma Kuswari, Babinsa  Kecamatan Mayangan mengatakan, belum diketahui  darimana api berasal. “Tapi, kapal  milik Ati ini menyimpan solar  satu ton,” terangnya.

Loading...

Bahan bakar  yang ada di kapal itu, membuat  api menyambar apapun di dekatnya. “Api berasal dari kapal milik Ati, kemudian merembet  ke kapal milik Amoi,”  imbuhnya.  Pemadam kebakaran dari PTKTI dan pemkot  setempat kemudian diterjunkan untuk memadamkan api. Sebuah warung di dekat lokasi kejadian, juga sempat terbakar. Beruntung berhasil dipadamkan.

Sementara itu, kebakaran hebat juga melanda salah satu gudang gaharu yang ada di Jalan Anggrek, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.  

Api dilaporkan muncul pada  sekitar pukul 15.30 dari salah satu gudang. Saat harian Jawa Pos Radar Bromo datang ke lokasi, salah  satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Probolinggo sedang memadamkan api di gudang tersebut.

Dari luar, api  tidak tampak, namun asap tebal dan pekat memenuhi seisi gudang hingga menyulitkan pemadaman. Hermanto, 20, salah satu pekerja menyebutkan, kebakaran ini  berawal dari mesin yang meledak saat proses penggilingan kayu.

“Proses penggilingan kayu itu mulai dilakukan pada pukul 10.00.  Sekitar pukul 15.30, mesin mau dimatikan. Tiba-tiba keluar api  dari dalam mesin. Akhirnya menyambar kayu di sana,” ujarnya. Hermanto menyebut, pabrik tersebut selain berisi mesin  pengolah kayu gaharu, juga berisi puluhan sak kayu gaharu yang  siap untuk diolah.

“Pabrik itu milik  PT Rajawali Sakti,” ujarnya. Sementara itu, Jumai, waker gudang mengungkapkan, bahwa korsleting listrik membuat mesin meledak. “Korsleting terjadi ketika proses penggilangan kayu,” ujarnya. Sementara itu, Puspito, dari  unit pemadam kebakaran pemkot menyebutkan, pihaknya belum mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut.

“Kita dihubungi sekitar jam pukul 15.30  kalau gudang gaharu terbakar. Namun, untuk penyebab pastinya  belum diketahui,” ujarnya. Untuk membantu proses pema- daman gudang ini, tim damkar  mengerahkan 2 unit mobil pema daman kebakaran yang secara bergantian melakukan penyiraman ke dalam gudang. Sampai  sekitar pukul 16.30, asap hitam masih tampak mengepul dari  dalam gudang. (radar)