Browse By

Bejat, Bapak “Kerjai” Anak Tiri saat Ibu Kerja

Sd diamankan polisi setelah ketahuan mengerjai anak tirinya.

BANGIL – Ulah Sd, 45, warga Kecamatan  Purwosari, Kabupaten Pasuruan, ini kelewat batas. Bukannya menjadi pelindung bagi anak tirinya, ia malah menjadi predator yang menakutkan bagi Bunga (nama samaran, Red), 14. Untuk memuluskan aksi bejatnya,  Sd mengancam tidak akan membiayai kebutuhan hidup dan sekolahnya.

Informasi yang dihimpun Jawa  Pos Radar Bromo, tak sekali dua kali Sd “mengerjai” Bunga. Aksi bejat itu dilakukan pelaku dua  kali dalam sepekan sejak Februari   2017 silam. Beruntung, perbuatan tersebut cepat terbongkar.

Terkuaknya aksi bejat pelaku itu,  setelah Bunga buka suara. Warga yang geram mendengar perbuatan nista pelaku, nyaris  menghajarnya. Beruntung, ia masih bisa diamankan petugas kepolisian, kemarin (11/9). Pelaku lantas digelandang ke Mapolres Pasuruan untuk menjalani pemeriksaan.

Akhmad, 43, kerabat korban asal Kecamatan Kejayan mengatakan, aksi biadab yang menimpa pelajar kelas III MTs di wilayah  Purwosari ini, membuat korban trauma. Korban merupakan anak yatim. Ibunya, AN, menikah dan memilih tinggal bersama Sd di  Purwosari.

Loading...

“Kasihan anaknya (kor ban, Red). Dia itu yatim,”  terangnya.  Ibu korban, AN, sehari-hari  be kerja di sebuah pabrik rokok yang ada di Sukorejo. Setiap harinya, AN pergi pagi-pagi buta,  sekitar pukul 04.00. Situasi itu lah, yang dimanfaatkan pelaku untuk  melancarkan aksinya.

Begitu AN berangkat kerja, Sd pergi ke kamar korban dan melancarkan aksinya.  Mulanya, korban menolak. Namun, ia tak lagi bisa mengelak setelah mendapatkan ancaman.  “Kamu harus nurut. Aku yang bandani (membiayai, Red) kamu. Awas kalau tidak mau, gak tak biayai lagi sekolahmu,” katanya  menirukan perkataan pelaku   pada korban.

Ancaman itulah yang membuat  korban akhirnya luluh. Dengan leluasa, pelaku “mengerjai” korban. Bahkan, pelaku tega melakukan perbuatan bejat itu saat  sang anak tengah haid. Hingga Sabtu (9/9) lalu, kedok pelaku akhirnya terbongkar.

Bermula ketika ada kerabat yang datang ke rumah korban untuk silaturahmi. Di situ, kerabat korban mendapati hal yang tak biasa  dalam tubuh korban. Tubuh korban tampak lebih besar dari usianya.  Dari situlah, muncul kecurigaan. Hingga akhirnya korban pun dicecar pertanyaan oleh  kerabatnya.

Berangkat dari situ pula, terbukalah semua aib yang dilakukan pelaku kepada Bunga. Begitu pihak keluarga mengetahui ulah pelaku, mereka mendatangi kepala desa kemarin (11/9). Mereka menceritakan semuanya kepada kepala desa.   Hingga pihak kepala desa pun memilih untuk mengamankannya ke balai desa.

Kabar itu akhirnya juga didengar oleh warga setempat. Mereka berbondong-bondong ke balai desa untuk menghajar pelaku.  Beberapa orang sempat memukulinya. Beruntung, pelaku tak  sampai babak belur. Petugas yang memperoleh informasi itu, langsung mengamankan pelaku. Sd kemudian  digelandang ke Mapolres Pasuruan untuk menjalani pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Tinton Yuda Riambodo mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan  terkait kasus tersebut.  Karena itu, ia belum bisa membeberkan lebih jauh terkait kasus asusila tersebut.

“Kami masih  melakukan pemeriksaan. Proses pemeriksaan sedang berlangsung, jadi belum bisa banyak  memberikan keterangan,” bebernya. (radar)

Incoming search terms:

  • Bokep ngentot anak Mts kethuan