Browse By

Bea Cukai Sita 3,7 Juta Batang Rokok Ilegal

Rokok ilegal yang pernah disita kantor bea cukai Pasuruan tahun lalu.

Rugikan Negara hingga Rp 839 Juta

BANGIL – Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Pasuruan makin tinggi. Hal ini terlihat dari data penindakan yang dilakukan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pasuruan. Sampai kuartal kedua  atau 31 Agustus lalu, kantor Bea Cukai sudah  menyita sebanyak 816.732 rokok ilegal di Kabupaten Pasuruan.

Jumlah ini naik hampir 4 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, cenderung naik jika dibandingkan sejak tahun 2015. Edi Budi Santoso, kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Pasuruan mengatakan,  tren peredaran rokok ilegal memang makin meningkat di Kabupaten Pasuruan.

“Ini, lantaran pita cukai tiap tahun naik, pajak rokok juga naik. Akibatnya, ada yang memilih membuat rokok  ilegal dan dijual di pasaran,”  ungkapnya. Menurut Edi-panggilan akrab-nya-, rokok ilegal adalah rokok  yang melanggar ketentuan untuk  dijual bebas ke masyarakat.

Loading...

Seperti rokok tanpa pita cukai atau rokok dengan pita cukai palsu termasuk rokok dengan pita cukai bekas. Karena makin naiknya pita cukai tiap tahunnya, ada produsen yang berbuat curang dengan  enggan membayar pita cukai, tapi tetap memproduksi rokok.

Untuk kondisi rokok yang ilegal,  lanjut Edi, dari segi bungkus dan kerapian memang hampir mirip  dengan rokok legal. Namun, setelah diselidiki, ada yang pita cukainya tidak ada, sehingga termasuk rokok ilegal. “Jadi, dari kemasan sama persisnya dengan rokok legal. Ada bungkusnya ada mereknya. Tapi,  setelah diselidiki ternyata rokok  ilegal,” ungkapnya.

Harga jual rokok ilegal ini pun jauh lebih murah. Untuk satu  bungkus yang berisi 12-16 batang,  harganya hanya Rp 3-5 ribu. Jauh berbeda dengan harga rokok legal yang di atas Rp 15 ribu. Karena murah itulah masyarakat juga banyak yang tertarik untuk  membeli rokok ilegal.

Kantor Bea Cukai Kabupaten  Pasuruan sendiri tak pernah berhenti untuk terus melakukan  pengawasan rokok ilegal di Kabupaten Pasuruan. Sampai kuartal kedua ini, sudah ada 21 Surat  Bukti Penindakan (SBP) atau  kasus yang ditindak.

Dari penindakan tersebut, Kantor Bea Cukai sudah menyita 3.703.110 batang rokok dengan jumlah kerugian negara mencapai Rp 839,669 juta. Jumlah ini dikatakan naik hampir lipat empat dari tahun 2016 lalu yang menyita 1.046.580 batang dengan kerugian negara mencapai  Rp 283,929 juta.

Untuk penindakan, dikatakan Edi, disita baik di warung atau masyarakat, sampai ke distributor.  Sampai saat ini belum ada penindakan untuk pembuat rokok ilegal. “Hanya distributor saja, pembuatan  ada di luar daerah namun ada  yang diedarkan di Kabupaten  Pasuruan,” ungkapnya.

Edi menjelaskan, setelah pita cukai makin naik, kantor Bea Cukai memang makin terus melakukan mengawasan peredaran rokok ilegal. Ini, dilakukan agar rokok ilegal tidak makin merajalela dan merugikan negara. (radar)