Browse By

Korban Sempat Melawan, Namun Tak Berdaya

Tersangka Ubaidillah menusuk leher belakang korban.

BANGIL – Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, Satreskrim Polres Pasuruan melakukan rekonstruksi pembunuhan sadis yang menimpa Sudarmadji, 63, warga Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil,  Kabupaten Pasuruan.

Total ada 37 adegan yang diperankan pelaku. Termasuk adegan sadis pelaku saat menghabisi  nyawa korban.  Untuk pelaku, dalam rekonstruksi  ini diperankan langsung oleh Mochamad Hasib Ubaidillah, 30, warga Dusun Dandang, Kelurahan  Glanggang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Ubaidillah menggorok leher korban.

Termasuk  tersangka lain, yakni penadah motor korban, yakni Candra Aprilianto, 41, warga Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Sedangkan  korban diperankan oleh model. Rekonstruksi berlangsung selama hampir 1,5 jam. Yakni mulai  pukul 12.00 hingga 13.20.

Tersangka memperagakan adegan demi adegan, mulai proses persiapan ritual, pembunuhan, sampai dijualnya motor ke penadah. Semula ada 33 adegan  yang diperagakan. Namun, kemudian ada 4 adegan lain yang ditambah saat proses rekonstruksi.  Sehingga dari 33 adegan, menjadi total 37 adegan.

Loading...

Tersangka menusuk mata korban

Kasat Reskrim Polres Pasuruan  AKP Tinton Yudha Riambodo mengatakan, adegan tambahan itu saat pelaku mengikatkan jaket ke kaki korban, yang sebelumnya  sudah diikat menggunakan baju korban. Adegan lain yakni saat  pelaku pertama kali menusuk  korban di punggung. Ada juga adegan saat korban sempat melawan pelaku, serta saat pelaku  melepas jaket di lokasi kejadian.

AKP Tinton mengatakan adegan tambahan tersebut, merupakan  temuan baru. Meskipun, posisinya  tidak signifikan mengubah kejahatan utamanya. Rekonstruksi sendiri menurut Tinton, dilakukan  untuk melengkapi berkas. Termasuk untuk mengetahui secara detail, kejadian tersebut.

“Terutama untuk menentukan putusan hakim nanti bagaimana.  Jadi bisa melihat secara jelas rangkaian kejadiannya seperti apa,” terangnya. Pelaku sendiri  terancam hukuman 20 tahun penjara, atas tuduhan pembunuhan berencana. Ia dijerat Pasal 340 KUHP juncto Pasal 338 KUHP.

AKP Tinton mengatakan, pemilihan lokasi rekonstruksi sengaja dilakukan di Mapolres  Pasuruan, bukan di lokasi Tempat Kejadian perkara (TKP). Ia beralasan, hal ini untuk keamanan  pelaku. Dalam rekonstruksi kemarin, salah seorang kerabat korban juga ikut memerankan  salah satu adegan.

 Diberitakan koran ini sebelumnya, kasus pembunuhan ini berkaitan dengan penggandaan  uang. Antara korban dan tersangka, sebelumnya memang saling kenal. Perkenalan mereka,  berkaitan penggandaan uang  tersebut.

Korban tergiur janji tersangka, yang mengaku bisa menggandakan uang dari Rp 500 ribu menjadi Rp 200 juta. Tentu harus memenuhi syarat. Persyaratannya, korban harus menyerahkan sejumlah uang untuk pembelian bahan ritual. Seperti menyan, minyak, dan sejumlah  kebutuhan untuk ritual perdukunan.

Total korban sudah setor uang ke pelaku sekitar Rp 6 juta, selama  dua pekan terakhir.  Ternyata, janji pelaku menggandakan uang, tidak terwujud.  Korban yang tak terima, terus  menerus mendesak pelaku agar merealisasikan janjinya.

Sadar tak punya kemampuan menggandakan uang, Ubaidillah nekat menghabisi nyawa korban. Pelaku sebelumnya mengajak korban ke lahan kosong di Desa Kedungboto, Kecamatan Bangil dengan alasan hendak menjalankan ritual  penggandaan uang. Saat itulah korban dihabisi. (radar)

Incoming search terms:

  • rekonstruksi pembunuhan di kedungboto