Browse By

Kiai Titip Surat untuk Megawati

Wasekjen DPP PDIP Ahmad Basara (pakai batik) menerima amplop berisi usulan bacagub dan bacawagub dari Gus Idris (peci putih).

Wasekjen PDIP Safari Politik Jelang Pilgub

PASURUAN – Peta politik jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim terus bergulir. Terbaru, DPP PDIP menugaskan Wasekjen Ahmad Basara untuk sowan ke sejumlah kiai di Jatim.  PDIP meminta petunjuk perihal  sosok yang pas untuk dicalonkan  sebagai gubernur periode 2018- 2023.

Safari politik yang dilakukan Ahmad Basara dilakukan sejak Kamis (7/9) lalu. Tujuan pertama mereka adalah Kediri. Kemarin (8/9) safari politik kembali dilanjutkan ke Pasuruan dan Probolinggo. Kunjungan pertama dilakukan ke Pondok Pesantren Bayt Al  Hikmah, Kota Pasuruan.

Dalam kesempatan itu, KH Idris Hamid sebagai perwakilan tokoh ulama,  menyerahkan sebuah amplop yang berisi nama tokoh pasangan  bakal calon gubernur (bacagub)  dan bakal calon wakil gubernur (bacawagub) di Pilkada 2018.

Loading...

Basara mengatakan, kunjungannya tersebut merupakan amanat yang diberikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia berharap, koalisi nasionalis-NU yang memenangkan pil pres beberapa waktu lalu, kembali terulang di pilgub. Karena  itulah, komunikasi dengan kalangan kiai perlu dilakukan.

“Saya mendapatkan mandat,  amanah dari Bu Mega untuk  meminta masukan, saran, dan pendapat dari ulama NU di Jawa  Timur. Ini, bagian dari silaturahmi.  Terutama dalam menjaga hubungan baik antara PDI Perjuangan  dengan NU, yang telah terbangun  selama ini,” kata Basara.

Tak hanya Pasuruan, Basara menyebutkan bahwa sebelumnya rombongannya juga sempat bersafari ke Ponpes Lirboyo Kediri. Upaya itu dilakukan untuk dapat  menyerap aspirasi warga nahdliyin  di Jatim, yang diwakili oleh sejumlah tokoh ulama terkait dengan  sosok pasangan bacagub dan bacawagub yang potensial.

“Kami menerima masukan-masukan dari para kiai dan tokoh  ulama tentang konstelasi politik di Jawa Timur. Kami akan menyampaikan semua itu kepada Bu Mega,” tambahnya. Menariknya, selama melakukan safari politik itu, Basara didampingi Kusnadi, ketua DPD PDIP  Jatim, yang juga masuk dalam penjaringan bacawagub melalui  partainya.

Kendati demikian, Basara tak banyak berkomentar terkait kader yang akan diusung oleh partai berlambang banteng  dengan moncong putih itu. “Yang akan diusung PDIP dalam Pilgub Jatim nanti adalah sepaket  pasangan calon. Kami sudah menyiapkan dan merencanakan. Mulai plan A, B, dan C. Tapi, kewenangan  sepenuhnya ada di tangan Ibu  Megawati,” imbuh Basara.

Diketahui, dalam penjaringan  yang dilakukan DPD PDIP Jatim,  ada empat orang yang sudah men daftar sebagai bacawagub. Di antaranya, Ketua DPD PDIP  Jatim Kusnadi; Bupati Ngawi Budi Sulistiyono; Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas; dan anggota DPR RI, Said Abdullah.

“Ini semua masih sebatas masukan, yang perlu saya sampaikan kepada pimpinan. Ada juga usulan pasangan yang disampaikan oleh para kiai dan tokoh  ulama. Salah satunya yang saya  terima dari Kiai Idris Hamid hari ini (kemarin, Red). Siapa saja,  saya juga masih belum tahu.  (Usulan, Red) Ada di amplop dan saya belum berani membukanya,” katanya.

“Kami berharap, Pilkada 2018  nanti memunculkan sosok pemimpin yang benar-benar diharapkan masyarakat Jawa Timur.  Kami menilai, masyarakat Jawa  Timur ini merepresentasikan kaum Nahdliyin dan kaum Marhaen.  Oleh karenanya, sebagai partai  terbesar, kami juga ingin bersinergi dengan ormas terbesar, dalam hal  ini NU,” jelas Basara.

Saat disinggung tentang posisi Gus Ipul dalam penjaringan internal di PDIP, Basara menegaskan, politisi yang kini menjabat sebagai wakil gubernur Jatim  itu, memang mendapat perhatian dari pusat. “Gus Ipul merupakan bacagub yang mendapatkan peratian utama dari DPP. Karena  memang dalam formulir pendaftaran, hanya ada satu nama sebagai bacagub melalui partai kami, yakni Syaifullah Yusuf,”  tandasnya.

Sementara itu, Gus Idris juga merahasiakan apa isi surat di  amplop putih tertutup itu. “Masih  rahasia ya, suratnya ditujukan kepada Bu Mega,” singkatnya.  Kunjungan rombongan PDIP  kemudian dilanjutkan ke Probolinggo. Kunjungan pada kiai-kiai  di Probolinggo, dipusatkan di  Ponpes Zainul Hasan Genggong,  Pajarakan.

Sama halnya di Pasuuan, Basara juga dititipi surat dalam amplop tertutup. Surat tertulis dari KH Mutawakil Alallah yang juga ketua PW NU  Jatim itu, hanya akan diserahkan  pada Megawati. Dimana, surat itu  mewakili harapan kiai dan ulama  di Jatim.

Surat itu rencananya akan  disampaikan pada Megawati, besok (10/9), ketika rapat tiga pilar  partai di Malang.  “Apa isinya? Karena itu amanah  dan amplopnya dilem dengan rapi, maka tidak boleh saya membuka isi amplop itu. Biar Ibu Mega  yang membuka apa isi tulisan Kiai Mutawakkil,” terangnya.

Politisi 49 tahun itu mengatakan,  silaturahmi ini merupakan tradisi yang dilakukan PDIP ketika berada di Jatim. “Kegiatan ini memiliki akar sejarah yang sangat kuat. Dimana tradisi hubungan  yang baik antara Bung Karno  dengan kiai dan ulama saat memperjuangkan kemerdekaan. Mutawakkil sendiri mengatakan, untuk Pilgub Jatim, ulama sudah sepakat menyodorkan nama  Syaifullah Yusuf.

“Soal wagub, kami serahkan pada PDIP. Dengan catatan, wakil bisa menambah elek tabilitas suara. Sekaligus meng- gerakkan mesin partai,” kata kiaipengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong. Tahap kedua tinggal proses internal, yaitu menanti rekomendasi dari Megawati untuk Gus Ipul. (radar)