Browse By

Angka Pernikahan Alami Penurunan

Pasangan yang melaksanakan isbat nikah di Kabupaten Pasuruan pada akhir 2016 lalu.

PASURUAN – Angka pernikahan  yang tercatat di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan terus menurun. Hal ini terlihat dari 3 tahun terakhir.  Sejak 2014 ada tren penurunan jumlah tingkat pernikahan hingga  1.000 per tahunnya.

Penurunan ini dijelaskan Kemenag, lantaran ada kesadaran pendidikan untuk menikah di usia yang lebih matang. Banyak masyarakat yang sudah paham akan kesadaran untuk menunda  usia nikah.  “Dengan tingkat pendidikan  yang makin baik, maka ada  kecenderungan menunda usia  menikah. Karena itu, melihat  grafik, tren penurunan pernikahan  terjadi dalam 3 tahun terakhir  ini,” ungkap Muhammad As’adul  Anam, kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan.

Selain itu, Anam mengatakan,  bisa saja dari data tersebut, keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) juga berjalan. Sehingga, dengan menurunnya  jumlah anak. Membuat tingkat pernikahan di masyarakat  semakin menurun.  Anam mencatat bahwa dengan menikah di usia yang matang,  maka tingkat perceraian nantinya  juga akan menurun. “

Apalagi saat ini 60 persen perceraian banyak dari gugatan cerai istri.  Karena itu, masyarakat cenderung benar-benar mempersiapkan secara matang sebelum menikah. Agar kegagalan pernikahan bisa diantisipasi,” jelasnya.

Loading...

Usman, kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag  Kabupaten Pasuruan menambahkan, selain faktor pendidikan, adanya UU Perkawinan No.1 Tahun 1974 membatasi usia pernikahan untuk perempuan minimal 16 tahun dan laki-laki 19 tahun, ikut menjadi faktor.

“Tapi, dari pantauan kami, perempuan saat ini usia nikah  rata-rata usia 20-25 dan laki-laki  usia 25 ke atas. Kalaupun ada permintaan dispensasi nikah di Pengadilan Agama hanya 1-2 kasus saja pertahunnya,” ungkapnya.

Maka tak heran, tingkat  pernikahan saat ini dikatakan  memang makin menurun. Untuk tahun 2017 saja, sampai Juli  kemarin Kemenag mencatat  pernikahan masih sejumlah 8.556. (radar)