Browse By

Merasa Disantet, Todongkan Softgun

Tersangka Sumardi menunjukkan cara menodongkan softgun pada korban Sutrisno. Tujuannya hanya menakut-nakuti

Karena Gatal Tak Kunjung Sembuh

KRAKSAAN – Sakit gatal tak  kunjung sembuh membuat Sumardi, 50, warga Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris, Kabupaten  Probolinggo, gelap mata. Dia  menduga sakitnya itu karena santet yang dikirim saudara sepupunya, Sutrisno. Sumardi pun  mengancam Sutrisno dengan  menodongkan softgun.  

Peristiwa itu terjadi Sabtu (2/9), pukul 01.30. Awalnya, menurut tersangka, dirinya tidak berniat melukai korban. Waktu itu, dirinya hanya ingin menakut-nakuti korban. Tujuannya, agar mengantarkan dirinya ke dukun yang  telah membuatnya sakit. 

Tersangka mengaku, dirinya sakit aneh. Yaitu, gatal dan panas dari ujung kepala sampai bawah sejak 3 bulan lalu. Tersangka sudah berobat, tapi tidak kunjung sembuh.  Selama sakit itu, beberapa kali  tersangka bermimpi didatangi korban.

Loading...

Akibatnya, tersangkat curiga  dirinya sakit karena pengaruh santet  yang dikirim korban. Tersangka kemudian datang  ke rumah Sutrisno dengan  membawa softgun yang dibelinya seharga Rp 3 juta. ”Saya minta  diantar ke tempat dukun itu, untuk minta disembuhkan.  Ternyata, istri Sutrisno itu menyuruh Sutrisno mengantarkan saya. Akhirnya, kecurigaan saya semakin kuat. Karena itu, saya langsung menodongkan senjata  itu,” terangnya.

Korban melaporkan perbuatan tersangka ke Polsek Tiris, saat itu juga. Petugas Polsek Tiris pun mengamankan tersangka. Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, tersangka akhirnya  di tangkap dengan dugaan mengancam menggunakan softgun.  Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat UU Darurat Nomor 12/1951 jo pasal 335 KUHP. De ngan  ancaman hukuman selama 15  tahun penjara.

”Kami selidiki asal usul softgun itu. Hasilnya, tidak ada keterlibatan oknum anggota dalam kepemilikan softgun itu,”  terangnya.(radar)