Browse By

Berdalih Menutup Arisan yang Macet

Purwati (memakai balaclava) ditunjukkan ke awak media dalam rilis, kemarin. Ia dijerat pasal penipuan dengan ancaman empat tahun penjara

Purwati Terancam Hukuman 4 Tahun

MAYANGAN – Setelah diamankan sejak Selasa (7/9) lalu, akhirnya Purwati, 36, warga Pondok Gabriela, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, itu ditunjukkan ke awak media kemarin.  Dalam keterangannya, Purwati mengaku jika uang anggota dipakai untuk kebutuhan pribadi, sampai nomboki arisan yang macet.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, akibat ulah tersangka, kerugian yang diderita anggota arisan totalnya sekitar Rp 50 juta hingga Rp 60 juta. “Itu, yang melapor pada kami,” terangnya.  Adapun modus operandi yang  dilakukan, yakni dengan mengoordinir arisan melalui media sosial, yakni facebook (FB).

Ada  sekitar 15 kelompok arisan yang  dibentuk pelaku. Rinciannya,  12 kelompok yang iuran arisannya dibayar bulanan. Sedang 3 kelompok lainnya, merupakan arisan yang dibayar mingguan. “Untuk pengundiannya dilakukan tiap bulan bagi yang bulanan dan tiap minggu bagi yang  kelompok mingguan,” tuturnya.

Loading...

Iuran masing-masing kelompok berbeda. Untuk yang bulanan mulai dari Rp 200 ribu hingga  Rp 2 juta. Sedang untuk yang  mingguan, mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu.  Menurut Alfian, arisan tersebut mulai dijalankan oleh tersangka sejak Desember tahun lalu. Memasuki bulan Agustus 2017, ada  beberapa anggota yang tak  mendapatkan arisan sampai jatuh tempo.  

“Pada bulan Agustus, uang yang  seharusnya menjadi hak ang gota yang mendapatkan arisan, malah tidak diberikan. Ternya ta, uang itu dipakai tanpa sepengetahuan pemiliknya,” imbuhnya. Purwati tidak membantah,  jika uang anggota dipakai oleh  dirinya. Namun, tersangka berdalih tak semua duit yang hilang  dari kas arisan, digunakan untuk  kebutuhan pribadinya.

Pengeluaran lain menurut Purwati,  dipergunakan untuk menutup biaya arisan anggota yang macet. Menurutnya, ada anggota yang  kabur usai mendapat arisan. Tentunya, beban membayar iuran bulanan anggota yang kabur tersebut, menjadi tanggung  jawab Purwati. Karena itu, ia mengambil uang pembayaran anggota lain untuk nomboki  kekurangannya.

“Saya tidak punya penghasilan lain, jadi melalui itu nombokinya,” katanya.  “Kalau yang saya pakek sendiri tidak banyak. Uangnya habis lantaran saya pakek muter untuk nomboki orang-orang yang mutung,” terangnya tanpa menjelaskan nominal duit yang dipakai sendiri maupun digunakan  untuk nomboki.

Saat itu, Purwati mengaku harus putar otal untuk memenuhi beban tersebut.   Akhirnya, ia punya ide agar kebutuhan arisan bisa terpenuhi. Salah satunya dengan membuat tabungan akhir tahun. Nah, duit setoran nasabah setiap bulan, rencananya akan digunakan untuk nomboki.

Selain itu, Purwati juga menjual jatah milik anggota arisan yang kabur pada anggota baru. Anggota baru tak  menaruh curiga karena tidak  ada transaksi langsung. Akibat ulahnya itu, Purwati terancam pasal 378 KUHP dan  atau Pasal 379 KUHP tentang  penipuan atau penggelapan. Ancaman kurungannya mencapai 4 tahun penjara.  

Diberitakan koran ini sebelumnya, ada sekitar enam orang anggota arisan online, ngelurug rumah Purwati, perumahan  Pondok Gabriela, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, kemarin (19/8) sekitar pukul 15.00. Saat itu, anggota arisan tersebut  menuntut agar Purwati bertanggung jawab. (radar)