Browse By

Ngaku Kepala Satpam, Tipu Pencari Kerja

Nardo Aminulloh

BANGIL – Pendidikan Nardo Aminulloh, 29, warga Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, hanyalah tamatan sekolah dasar. Namun, soal tipu menipu, ia bisa jadi salah satu jagonya. Karena kemampuannya bersilat lidah, sejumlah kenalannya menjadi korban.  Namun, aksi tipu-tipu itu harus berakhir saat polisi menciduknya. Selama ini, ia melakukan aksi penipuan berkedok lowongan pekerjaan.

Dari aksinya itu, ia berhasil  mengumpulkan uang sekitar Rp 2 juta. Uang tersebut, digunakannya untuk membeli popok bayi, susu, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.  Aksi tipu-tipu itu bermula saat ia berkenalan dengan Hendra, yang  merupakan kakak dari salah satu korbannya, Khaizul Huda.

Tersangka yang indekos di wilayah Kolursari,  Kecamatan Bangil, ini pernah  mendengar curhatan Hendra kalau adiknya belum kerja. Nah, keluhan Hendra itu ditangkap sebagai peluang oleh  pelaku melancarkan aksi penipuannya.

Tersangka kemudian  menawari Hendra lowongan pekerjaan untuk adiknya. Agar langkahnya berjalan mulus, tersangka pun mengaku sebagai kepala sekuriti outsourcing di Maspion, Krian, Sidoarjo.  “Tersangka mengaku membutuhkan tiga orang untuk masuk sebagai sekuriti di perusahaan  Maspion. Ia bisa menjamin mereka masuk kerja karena mengaku sebagai kepala outsoursing perusahaan setempat bidang pengamanan,” ungkap Kapolsek Bangil Kompol Abdul Hadi.

Loading...

Rupanya, siasat itu membuahkan hasil. Hendra langsung mengontak adiknya untuk segera melamar. Karena membutuhkan beberapa orang lainnya, Hendra  pun meminta adiknya, Khaizul Huda menghubungi rekan-rekannya yang berminat.

Tali pun bersambung. Tak kurang ada empat orang lainnya selain Khaizul, yang menyerahkan lamaran. Bukan hanya itu, mereka juga menyerahkan sejumlah uang. Alasannya, untuk  biaya pengganti seragam. Nilainya, Rp 1,2 juta.

Dari mereka ada yang sudah membayar  lunas. Namun, ada pula yang  baru separo, bahkan ada pula yang belum sampai menyetorkan uang. “Aksi itu berlangsung mulai  26 Agustus hingga 29 Agustus. Korbannya ada lima, tapi ada  yang tak sampai menyerahkan  uang,” tambahnya.

Ditunggu lama, para korban tak kunjung mendapatkan informasi mengenai lamarannya tersebut. Bukannya mendapatkan jawaban yang diharapkan, tersangka justru main kucing-kucingan. Gerah dengan ulahnya, para korban pun melapor ke polisi. Apalagi, korbannya merasa kalau selama ini mereka hanya menjadi korban penipuan.

Berangkat dari laporan itulah,  petugas bergerak untuk melakukan  pengamanan terhadap pelaku.  Pelaku berhasil diamankan petugas, Selasa (29/8) di depan Stasiun Bangil. Ketika itu, ia hendak menemui temannya. “Begitu mendapatkan laporan, kami  melakukan penyelidikan dan langsung menangkap tersangka,”  sambungnya.

Dalam pemeriksaan itu, ternyata aksi tipu-tipunya tidak hanya dilakukan terhadap lima orang.  Pelaku juga melancarkan aksi penipuan di tempat lain. Diantaranya, di Beji, Pandaan, dan Kota Pasuruan. “Itu, pengakuannya. Jumlah korbannya, mencapai lebih dari  delapan orang. Bisa jadi aksinya lebih dari itu,” urainya.

Kepada koran ini, tersangka tak mengelak melakukan aksi penipuan tersebut. Bapak tiga anak ini berdalih, aksinya itu  di lakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari. Penghasilan  dari makelar jual beli handphone,  menurutnya tak cukup. “Uangnya untuk beli Pampers, susu anak, dan berbagai kebutuhan rumah lainnya,” katanya. (radar)