Browse By

Melimpah, Harga Garam Anjlok

Salah seorang petani garam di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, memanen garamnya.

GENDING – Harapan petambak garam di Kabupaten Probolinggo untuk menikmati tingginya harga garam, berakhir sudah. Sebab,  sejak sepekan terakhir harga  garam anjlok. Dari harga tinggi yang tembus sampai Rp 3.500 per kilogram, kini turun hanya sekitar Rp 700 per kilogram.

Ketua Himpunan Masyarakat  Petambak Garam (HMPG) Kabupaten Probolinggo Buhar mengatakan, sejak sepekan terakhir  harga garam terus menurun. Kini  harga garam hanya sekitar Rp 700 per kilogram dan paling tinggi  Rp 1.000 per kilogram. “Harga garam sekarang murah. Kembali seperti dulu lagi harganya,” ujarnya, kemarin.

Buhar menjelaskan, harga garam kali ini turun karena faktor cuaca. Teriknya matahari membuat produksi garam melimpah.   Sejak sepekan terakhir para petani garam panen raya. Sehingga, ketersediaan garam di sejumlah  daerah cukup melimpah dan   tidak terjadi kelangkaan.

“Bukan karena garam impor. Tapi, karena memang terjadi panen raya garam di sejumlah  daerah. Termasuk di Kabupaten Probolinggo. Cuaca bagus dan  membuat panen garam melimpah.  Sedangkan, permintaan semakin menurun,” ujarnya.

Loading...

Soal hasil produksi, menurut Buhar, dengan cuaca yang sangat mendukung, sekali panen bisa menghasilkan 6 ton garam dari  satu hektare tambak. Dengan  kondisi cuaca saat ini, masa panen berkisar 7 sampai 10 hari sekali. “Kalau dulu cuaca tidak mendukung hasil produksi garam tidak  sampai separo sekarang. Jadi,  produksi garam sekarang melimpah,” ujarnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo Tanto Walono membenarkan harga  garam kembali turun seperti dulu  lagi. Itu, karena produksi garam  saat ini melimpah dan permintaan  sedikit.

“Kami sudah menyurati  Pemprov dan Kementerian supaya tidak mengimpor garam lagi. Selama terjadi kelangkaan, memang sempat  ada impor garam, tapi hanya untuk industri,” ujarnya. (radar)