Browse By

Tabrak Penjual Cilok, Jambret Babak Belur Dimassa

Mansur dan Km (bertelanjang dada), diamankan anggota Polsek Kraton menuju mobil setelah sebelumnya dihajar massa.

Seorang Pelaku Masih di Bawah Umur

KRATON – Dua pelaku jambret yang beraksi di jalan raya Desa Ngabar, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, kemarin (4/9) babak belur dimassa. Kedua pelaku mendapat bogem mentah warga setelah sebelumnya menabrak motor pedagang cilok.  Pelaku panik karena korban jambret mengejarnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30. Saat  itu, korban yang bernama Aniq   Azhari, 20, warga Desa Gambir Kuning, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, tengah melintas  lokasi kejadian menggunakan motor Honda Vario warna putih.

Korban tidak menyadari jika  telah dikuntit oleh kedua pelaku.  Yakni, Mansur, 18, dan Km, 16, asal Desa Karangasem, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Untuk melancarkan aksinya, kedua pelaku berbagi tugas. Pelaku Km, 16, bertindak sebagai joki motor. Sedangkan Mansur, bertugas sebagai eksekutor.

Loading...

Begitu motor pelaku sejajar  dengan motor korban, Mansur  langsung merampas ponsel milik  korban yang diletakkan di dasbor motor sebelah kanan. Korban yang sadar menjadi korban kejahatan, tidak tinggal diam. Ia memacu motornya untuk mengejar pelaku.

“Mengetahui hal itu, korban berusaha mengejarnya. Sempat ada aksi kejar-kejaran, pelaku semakin mempercepat laju motornya. Hingga tak melihat ada  seorang pedagang cilok yang mengendarai motor di depannya. Hingga akhirnya terjadi kecelakaan,” ujar AKP Masroni, Kapolsek Kraton.

Tak hanya pelaku yang harus  terguling-guling di aspal. Korban  juga mengalami kecelakan. Itu,  lantaran dirinya tak mampu mengendalikan laju motornya. Upayanya untuk menghentikan laju  kendaraan secara mendadak, justru membuatnya terjungkal  dari motor. Namun, korban sempat meneriaki pelaku.

Warga yang mendengar teriakan  maling dari korban, lantas mendatangi lokasi. Tak pelak, kedua pelaku pun harus pasrah menerima aksi massa yang murka. Sekujur tubuh kedua pelaku itu,  menjadi sasaran bogem mentah. Sedangkan, korban langsung dilarikan ke puskesmas setempat.

Beruntung, nyawa kedua pelaku yang masih belia ini masih bisa diselamatkan. Sejumlah petugas kepolisian datang dan melerai warga yang marah. Dengan muka bonyok, kedua pelaku berjalan  dengan sempoyongan. Keduanya sempat diinterogasi singkat di  kantor Desa Ngabar. Sebelum  kemudian dikeler polisi ke Mapolsek Kraton untuk dilakukan  penyidikan.

AKP Masroni mengungkapkan, pihaknya saat ini telah mengamankan dua buah barang bukti. Di antaranya ponsel Huawei milik korban dan sebuah motor Honda  Vario milik pelaku yang rusak.  Akibat kejadian itu, korban mengalami luka ringan pada pipinya. Kerugian yang dialami berkisar Rp 2,6 juta.

“Kami sudah menetapkan keduanya sebagai tersangka. Mereka  dijerat dengan pasal 363 KUHP  tentang Pencurian,” tambahnya. Kasus ini kemudian dilimpahkan  ke Polres Pasuruan karena Km, salah satu pelaku masih di bawah umur. Diketahui, Km sudah putus sekolah. (radar)