Browse By

Polresta Digugat Praperadilan

Anak Wakapolsek Gugat Praperadilan Polres Pasuruan Kota

PASURUAN – Polres Pasuruan Kota kembali menerima gugatan praperadilan. Kali ini, gugatan dilakukan atas dasar penggeledahan dan penangkapan yang  dilakukan oleh Satresnarkoba  Polres Pasuruan Kota beberapa  waktu lalu.

Permohonan gugatan praperadilan itu dilakukan oleh  pemohon Anita Rizky Wijaya, 27,  melalui kuasa hukumnya. Humas Pengadilan Negeri (PN) Kota Pasuruan Rahmad Dahlan membenarkan adanya permohonan gugatan praperadilan itu.  Ia menyebut, pihaknya telah  menerima permohonan gugatan tersebut per tanggal 22 Agustus  lalu.

Pemohon, mengajukan gugatannya melalui dua kuasa hukumnya, yakni Wahyuning  Ariyani dan Unggul Hudoyo. “Sesuai yang dijadwalkan, sidang perdana memang akan  digelar hari ini (kemarin, Red). Kedua pihak sudah datang, tapi  sidang belum bisa digelar lantaran termohon belum melengkapi surat kuasanya,” kata Rahmad kepada koran ini.

Ia juga menyebut, kuasa hukum dari Polres Pasuruan Kota memang  sudah hadir. Namun, kuasa hukum tersebut masih belum dapat beracara sebelum ada surat  kuasa secara formal. Untuk itu,  hakim tunggal Yoga Mahardika  memberikan kesempatan, sidang akan dilanjutkan pekan depan.

Loading...

Adanya penundaan praperadilan itu, membuat kecewa pihak keluarga Anita Rizky Wijaya. “Ini  kan aneh, mengapa kuasa hukum yang ditunjuk belum bisa beracara,” beber Joko Susanto. Lelaki yang seharinya berdinas menjadi Wakapolsek Pohjentrek  itu mengatakan, sebagai aparat hukum, dia mendukung dengan upaya pemberantasan narkoba.

Namun, menurutnya, penyidik harus memakai prosedur yang jelas. Apalagi saat penggeledahan berlangsung, Joko mengaku  ada barangnya yang hilang.  “Peluru sebanyak 45 butir milik   saya bersama uang sebanyak Rp 4 juta, ikut raib. Satu peluru itu  sama dengan satu nyawa. Dari segi teknis, penyidik juga salah.  Sebab, anak saya itu tinggalnya bukan di rumah saya. Melainkan  di Bugulkidul,” kata Joko.

Atas penggeledahan itu, Joko mengaku, juga sudah melaporkan ke Propam Polda Jatim. Di sisi lain, Kapolres Pasuruan  Kota AKBP Rizal Martomo ikut menanggapi soal praperadilan.  Dia tak menampik adanya gugatan tersebut.

Menurut dia, gugatan praperadilan itu sah-sah  saja dilakukan oleh warga negara. Ia bersikap permisif. Namun, terkait dengan materi gugatan,  Rizal mempunyai sikap.  “Kami sudah melakukan mekanisme yang berlaku saat penggeledahan, tapi adanya perbedaan persepsi itu wajar saja. Itu,  hak warga. Kami juga akan tetap menghadapi,” ungkapnya.

Terkait dengan belum diturunkannya surat kuasa, Rizal juga membenarkan. Menurut dia,  persoalan teknis itu akan diselesaikan dalam pekan ini. Sehingga, sidang akan segera dapat digelar  pada jadwal yang telah ditetapkan  oleh PN Kota Pasuruan.

“Memang hari ini agenda sidang  perdananya, pembacaan permohonan gugatan praperadilan. Tapi, dari kami surat kuasa masih belum lengkap, dalam minggu ini akan dilengkapi. Sehingga, Senin depan bisa sidang lagi,” pungkasnya. (radar)

Incoming search terms:

  • sidang tuntutan anita rizky wijaya pn pasuruan