Browse By

Koordinator Arisan Online Jadi Tersangka

Rumah Purwati di Pondok Gabriela yang terpasang garis polisi. Kamis (31-8) lalu polisi melakukan penggeledahan di sana.

MAYANGAN – Usai melakukan serangkaian penyelidikan, Satreskrim Polres Probolinggo Kota akhirnya menetapkan Purwati  sebagai tersangka. Korps Bhayangkara kini menetapkan koordinator arisan online tersebut sebagai orang yang sedang diburu  alias masuk ke daftar pencarian  orang (DPO).

Kepastian penetapan tersangka terhadap Purwati itu dilakukan usai polisi menggeledah rumah sang koordinator, beberapa waktu lalu.  Dari hasil penggeledahan terhadap rumah Purwati tersebut, pihak kepolian mengamankan  satu buah kardus yang berisi  cacatan terkait arisan online yang dijalankan selama ini.

“Ya, kami tetapkan kordinator   arisan online sebagai tersangka,”  kata AKP Pujiyono, Kasatreskrim  Polres Probolinggo Kota kemarin (4/9). Pujiyono mengatakan, setelah pihaknya menetapkan pemilik arisan online ini sebagai tersangka, polisi terus melacak keberadaan Purwati. Sebab, setelah terjadi pelaporan, Purwati menghilang dari kediamannya dan sampai kini belum diketahui posisinya.

“Statusnya saat ini sudah tersangka. Selanjutnya kami melakukan pengejaran  terhadap  pelaku lantaran melarikan diri,”  jelasnya. Sebelumnya, anggota Satreskrim Polres Probolinggo Kota melakukan penggeledahan di kediaman Purwati, Kamis (31/8) lalu.

Loading...

Dalam penggeledahan yang dilakukan di rumah terlapor, yakni di RT 4/RW 1, Blok Q4, perumahan Pondok Gabriela, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, polisi didampingi suami terlapor yang  saat itu berada di rumah. Yakni,  Yudi Wiliyanto, 39.

Yudi sendiri juga mengaku  ditipu istrinya. Sebab, cicilan pembayaran rumah yang selama  ini dititipkan ke sang istri, ternyata tak dibayarkan. Ia sendiri  tak tahu kemana larinya uang tersebut. Gara-gara persoalan ini, anak-anaknya yang tinggal   bersama dirinya shock.

“Saya ditagih oleh pihak bank,  sudah 9 bulan tidak bayar. Rencananya hari ini mau bayar. Tapi,  karena ada bapak-bapak sekalian,  kemungkinan Senin (4/8) saya  akan bayarkan. Jika tidak dibayar,  maka rumah ini disita,” terang pria  kelahiran Malang itu.

Karena masalah ini, Yudi mengaku akan menceraikan sang istri. Untuk sementara, barang hasil  yang sudah disita polisi, sudah  diamankan. Polisi memastikan, apa yang dilakukan Purwati memang penipuan yang berkedok  arisan modern berbasis online.

“Untuk sementara ini kesimpulan  yang kami dapatkan dari barang  bukti yang ada ini penipuan berbentuk arisan,” uajrnya. Selain melakukan pengejaran terhadap tersangka, pihak kepolisian juga terus melakukan penyidikan terhadap kasus ini.  Termasuk masih mencari bukti- bukti tambahan untuk memperkuat kasus penipuan ini.

“Kami masih terus melakukan penyidikan. Untuk pemiliknya masih kami lakukan pengejaran karena melarikan diri,” jelasnya.  Diberitakan sebelumnya, belasan anggota arisan online yang dikoordinatori Purwati, panik. Pasalnya, Purwati tak bisa dihubungi  dan menghilang. Sementara, uang  arisan dan tabungan anggota  dipegang oleh Purwati. Karena  itu, belasan anggota lantas melaporkan kejadian ini ke Mapolres  Probolinggo Kota. (radar)