Browse By

Jemput Bola Lakukan Perekaman Warga Rentan

Petugas Dispendukcapil saat melakukan perekaman e-KTP pada warga Karangketug, Gadingrejo yang sakit komplikasi dan harus opname di RSUD Bangil, beberapa waktu lalu.

PANGGUNGREJO – Target seluruh warga bisa terekam e-KTP  membuat Pemkot Pasuruan melakukan strategi jemput bola.  Salah satunya, dengan mendatangi  penduduk rentan atau tengah tak berdaya untuk melakukan  perekaman.

Dari catatan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) setempat, sepanjang  2017 ini ada 27 penduduk rentan sudah melakukan perekaman. Kabid Kependudukan pada  Dispendukcapil setempat, Kokoh  Arie Hidayat mengatakan, sejak 2013 pihaknya berupaya agar  penduduk rentan juga terkover   e-KTP.

Mulai 2013 hingga saat ini, total ada 366 penduduk rentan sudah terkover e-KTP.  Ia menjelaskan penduduk rentan ini adalah penduduk yang menderita stres, cacat fisik atau  sudah memasuki lanjut usia (lansia). Penduduk itu disebutkan tidak mampu untuk datang ke kantor Dispendukcapil untuk melakukan perekaman.

“Ini atas laporan dari pihak  kelurahan. Jadi, kami yang mendatangi rumah mereka untuk melakukan perekaman,” katanya. Kokoh menyebut, selama ini keluarga penduduk rentan ini cukup positif menyambut langkah jemput bola yang dilakukan pihaknya. Namun, tetap saja di temui  sejumlah kendala di lapangan. Sebab, mayoritas penduduk  yang didatangi itu dalam keadaan tidak berdaya. Lantaran itu, pihak Dispendukcapil pun harus lebih   bersabar.

Loading...

 “Seringkali, kami menemukan  pembubuhan sidik jari harus  di lakukan berkali-kali. Namun,  untungnya, pihak keluarga mau membantu,” terang Kokoh. Di sisi lain, ia menyebut sampai  akhir Agustus lalu, total penduduk  di Kota Pasuruan mencapai  150.878. Dari jumlah tersebut,  144.273 diantaranya sudah melakukan perekaman. Sementara sisanya masih belum.

“Jemput bola ini juga merupakan  upaya kami agar seluruh penduduk Kota Pasuruan terkover KTP-El,” jelasnya. (radar)