Browse By

Uang Kiriman Istri Ludes di Meja Judi

ILUSTRASI

SUKOREJO – Kelakuan Tole (nama samaran), 42, warga Sukorejo, Pasuruan ini tidak layak ditiru. Betapa tidak, ia menghabiskan uang kiriman Minthul (juga nama  samaran), 39, yang bekerja di luar negeri menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di meja  judi.

Tak hanya judi, Tole juga menghabiskan uang kiriman itu untuk mabuk. Minthul benar-benar kecewa dengan kelakuan suaminya itu.  Padahal, kepergiannya ke Malaysia untuk menghidupi keluarganya. “Padahal niat saya agar ada uang untuk kebutuhan keluarga. Eh, suami malah gak tahu  diri dengan menghamburkan  uang hasil jerih payah saya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Minthul sendiri  adalah ibu rumah tangga biasa.  Setelah menikah dengan Tole sekitar 15 tahun yang lalu, Mint hul memilih berhenti resign dari  pekerjaannya di pabrik. Sehingga Tole lah sebagai satu-satunya  pencari nafkah dalam keluarga.

Tapi sayangnya, 8 tahun yang lalu, Tole dipecat dari pekerjaannya sebagai buruh pabrik. Hal ini jelas membuat ekonomi keluarga jadi carut marut. Apalagi  mereka sudah mempunyai 2 orang anak. Tole memang tidak  tinggal diam, ia sudah mencari  kerja kesana kemari namun tak  ada hasil.

Loading...

 “Akhirnya ya kerja serabutan, jadi tukang, cari rumput, pokoknya cari duit,” ungkapnya.   Namun, dengan kerja serabutan  seperti itu, hasilnya tidak banyak. Apalagi kerjaannya memang  menunggu panggilan dan tak  setiap hari ada. Karenanya, untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, Tole dan  Minthul terpaksa utang ke saudara dan tetangga.

Malu terus-terusan jadi beban saudara, Minthul kemudian mencari cara agar bisa kerja di luar negeri. Untuk bekerja di luar negeri,  tentu butuh biaya. Lagi-lagi Minthul harus berutang agar bisa memenuhi segala persyaratan  adiministrasi yang dibutuhkan.

Akhirnya, setelah mengikuti  pelatihan, Minthul berangkat ke Malaysia. Setelah bekerja di  luar negeri, utang dan kebutuhan  keluarga lambat laun bisa teratasi. Hanya saja, selama 7 tahun  bekerja di negeri jiran, Minthul  mengaku tak pernah pulang.

“Ya untuk menghemat ongkos juga, jadi lebih memilih gak pulang  meskipun lebaran,” ungkapnya.  Selama ini, Minthul hanya berhubungan lewat telepon dengan  suaminya. Ia juga percaya jika  suaminya tidak akan aneh-aneh. Namun, kepercayaan Minthul ternyata disalahgunakan Tole.

“Dari saudara ada yang lapor, katanya rumah sudah digadaikan.  Saya kaget, wong selama ini gak  ada masalah kok rumah sampai digadaikan,” ungkapnya. Informasi tersebut membuat Minthul gelisah. Akhirnya, ia  memutuskan pulang untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Setelah pulang, kagetlah Minthul  bahwa hampir semua barang di rumah juga sudah banyak yang  ludes. Ternyata selama Minthul pergi, suaminya terjerumus pergaulan yang salah bahkan sampai sering mabuk dan judi. Sehingga, kiriman Minthul malah dihambur-hamburkan untuk aktivitas negatif tersebut. (radar)