Browse By

Genit ke Pegawai Istri

Ilustrasi

BEJI – Tingkah laku Tole (nama samaran), 50, warga Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan makin tua makin menjadi. Meski  umurnya masuk kepala lima, Tole semakin  suka menggoda pegawai perempuan Minthul  (juga nama samaran), 45, istrinya.

Tak tahan  lagi dengan sikap suaminya yang tak pantas, Minthul menggugat cerai suaminya ke  Pengadilan Agama (PA) Bangil.  Minthul mengaku benar-benar kecewa  dengan sikap suaminya yang tak tahu diri itu. Padahal, seharusnya Tole bisa menjaga sikap  dan sopan kepada pegawai yang bekerja   untuknya. “Lah ini suami suka guyon gak bener. Bahkan di depan saya. Saya aja sampai risih,” ungkapnya. 

Tole sendiri memang sudah tak lagi bekerja selama 3 tahun  terakhir. Sebelumnya, Tole merupakan karyawan perusahaan. Namun karena terlilit masalah, akhirnya Tole keluar dan sekarang menganggur. Karena tak ada kerjaan, otomatis Tole pun membantu kegiatan bisnis istrinya.

Minthul mengaku sempat bersyukur karena sudah bisa merintis  usaha sejak awal menikah. Awalnya, bisnis usaha jahit dan bordirnya memang kecil-kecilan.Namun, sekarang sudah banyak  pelanggan. Bahkan Minthul bisa mempekerjakan karyawan.

Loading...

Setelah suaminya di PHK, otomatis semua kebutuhan memang dari usaha Minthul. Tole yang  kesulitan mencari kerja lagi, akhirnya ikut bantu-bantu meskipun hanya sebagai tukang antar barang ke pelanggan. Tentu saja, intensitas Tole di rumah semakin tinggi.

Dari situlah, sifat mata keranjangnya  muncul. Tole sering berlebihan bercanda dengan karyawan istrinya. Baik itu secara verbal sampai berani colak-colek tubuh. Minthul sendiri tak mengerti dengan sikap suaminya itu yang  terlalu genit.

Padahal selama merintis usahanya selama puluhan  tahun, Tole cuek dan jarang ngobrol  dengan pegawai-pegawai Minthul.  Kemungkinan karena seringnya Tole berkumpul dengan anak buahnya. Merasa malu, Minthul melayangkan protes pada suaminya.

“Saya bilangi suami saat berdua, tapi suami tersinggung. Alasannya, cuma bercanda,” ungkapnya. Meski sudah diingatkan, ternyata perilaku Tole tak berubah. Minthul beberapa kali masih menerima laporan dari pegawainya, bahwa Tole bersikap yang tidak pantas.  Hal ini membuat Minthul jadi geregetan.

“Kalau komentar cabul  sudah sering saya dengar. Tapi  laporannya gak pantes, masa’  ngajak pegawai saya jalan bahkan ngajak mesum. Jelas saya  ngamuk dan marah-marah sama  suami,” ungkapnya.

Karena itu, Minthul melarang suaminya ikut campur lagi urusan  bisnis. Bahkan, tak tanggung-tanggung, mereka akhirnya pisah rumah, lantaran kecewa dengan  perubahan Tole. Terakhir, karena  Minthul enggan memaafkan, dirinya pun memilih menggugat cerai  ke Pengadilan Agama. (radar)