Browse By

Wartawan Probolinggo Kecam Penghinaan oleh Kapolres Way Kanan

Aliansi Jurnalis Probolinggo saat melakukan aksi damai, kemarin.

MAYANGAN – Puluhan wartawan Probolinggo menggelar aksi solidaritas menyikapi kekerasan verbal yang dilakukan Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan pada wartawan di Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, saat meliput  aksi warga melakukan penyetopan angkutan batu bara, Minggu (27/8).

Aksi yang dilakukan oleh Aliansi Jurnalis Probolinggo, ini diawali  dengan long march dari Jalan dr Mohamad Saleh menuju Tugu  Seribu Taman, di Jalan Panglima Sudirman. Dalam aksinya, puluhan awak media, baik cetak, online, maupun elektronik membawa poster yang berisi kecaman kekerasan terhadap pers.

Para peserta aksi juga melakukan aksi tutup mulut menggunakan lakban, sebagai simbolisasi agar siapapun berhati-hati dalam  berbicara. Peserta juga menggunakan pita warna hitam yang  diikatkan di lengan sebagai simbol duka atas kekerasan verbal serta upaya menghalang-halangi wartawan melakukan peliputan.

Setibanya di Tugu Seribu Taman,  seluruh awak media melepaskan properti liputan. Mulai dari kamera, handycam, laptop, sampai  kartu pers. Dalam aksi tersebut, mereka juga mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencopot  Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan.

Loading...

Heppi Lailatuansyah, 27, salah  satu wartawan televisi mengatakan, ucapan AKBP Budi Asrul Kurniawan sangat tidak pantas.  “Perkataan seperti itu tidak seharusnya dilontarkan. Apalagi  oleh pejabat sekelas Kapolres. Kami meminta ada tindakan  tegas dari Kapolri terkait dengan kejadian itu,” bebernya.

Hal senada juga diungkapkan  oleh Hisbulah Huda, 42, wartawan media cetak. Menurutnya, perkataan merupakan cerminan dari jati diri. “Bahasa yang dia pakai tidak layak untuk publik. Harus lebih bijak dalam berkata-kata,  tidak bicara serampangan,” bebernya.

Rencananya, wartawan Probolinggo akan mengirim surat ke Kapolri soal pencopotan kapolres ini. Sebelumnya, Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan beraksi kelewat batas terhadap wartawan.

Ketika dua  jurnalis yakni dari Radar TV Dedy Tornando yang juga sebagai Ketua Pokjawan Kabupaten Way Kanan  dan Dian Firasta wartawan Online  Tabikpun.com hendak mengabadikan sebuah cekcok, saat aksi  penyetopan angkutan batu bara  oleh warga Way Kanan, Kapolres malah melarang wartawan mengabadikan peristiwa tersebut.

Bahkan, Budi juga menghina profesi wartawan dan mendiskreditkan media cetak di Lampung. Di hadapan dua wartawan,  Budi menyamakan profesi jurnalis dengan kotoran hewan. Bukan itu saja, dia juga menyatakan  koran di Lampung tidak ada yang  membaca.

Di dalam rekaman di media  sosial yang beredar, AKBP Budi  Asrul Kurniawan berkata saat  ini orang lebih suka menonton  televisi. “Sekarang orang nonton  HBO, bokep. Ngapain nonton  berita,” ujar Budi. Bahkan, dengan  arogan ia menantang wartawan  jika berani memprotes kata-katanya. (radar)