Browse By

Curigai Teman Korban

Jasad Sudarmadji saat dievakuasi anggota Polres Pasuruan. Pelaku pembunuhan mengarah pada teman korban.

Pelaku Pembunuhan Pensiunan PNS

BEJI – Teka-teki siapa dalang pembunuhan Sudarmadji, 63, warga Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, masih menyimpan misteri. Pasalnya, polisi belum berhasil meringkus pelakunya hingga  kemarin (29/8).

Namun, pihak keluarga mengarahkan kecurigaan pada teman korban, yakni UB. Sebab, sebelum ditemukan tewas, Sudarmadji bersama UB hendak mengembalikan motor ke adik korban.  Kecurigaan keluarga itu disampaikan salah satu anak korban, Bambang Moko.

Ditemui di rumah duka, di Desa Glanggang, Kecamatan Beji, Bambang menjelaskan, malam sebelum ditemukan tewas, ayahnya keluar bersama UB, temannya. Keduanya berboncengan untuk mengembalikan motor Yamaha  Mio tahun 2014 ke rumah salah  satu adiknya, yang ada di Beji.

Loading...

“Waktu itu sekitar pukul 01.30, ayah saya hendak mengembalikan motor milik adik saya yang berada di Perumahan Batu Mas, Beji,” tambahnya. Namun, pihak keluarga shock begitu mendengar kabar kalau ayahnya telah tewas. Ditambah lagi, barang-barang yang dibawa korban, seperti motor dan handphone, juga raib.

Karena itulah, keluarga menduga  jika Sudarmadji menjadi korban  perampasan sekaligus pembunuhan. Sosok yang pertama dicurigai adalah UB. Dugaan kepada  UB menguat karena setelah kejadian itu, UB yang juga tercatat sebagai warga Desa Glanggang menghilang.

Sementara itu, kematian Sudarmadji membuat keluarga yang di tinggalkan terpukul. Pihak keluarga tak menyangka jika pensiunan PNS Pemkab Pasuruan  itu tewas dengan kondisi mengenaskan. “Ibu dan adik saya masih shock. Mereka tak habis pikir, pelaku begitu kejam terhadap  ayah kami,” ungkap Bambang.

Menurut Bambang, korban memang tercatat sebagai warga Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil. Namun, ayahnya tinggal di rumah yang ada di Glanggang. Rumah tersebut berdekatan dengan kawasan Kalikunting, Desa Tambakan, Kecamatan Bangil. Pihak keluarga berharap, polisi segera meringkus pelakunya.

“Semuanya kami serahkan ke pihak kepolisian,” sambungnya.  Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Tinton Yudha Riambodo belum bisa memberikan keterangan banyak dalam perkara ini. Alasannya, polisi masih mendalami peristiwa tersebut. Termasuk mengenai isu- isu soal kematian korban, Tinton enggan menanggapi.

“Yang jelas, kami masih melakukan pendalaman atas kasus ini,” bebernya. Pihaknya mengaku sudah memeriksa sejumlah saksi.  Hanya saja, ia tak mau membeberkan lebih jauh siapa saja  saksi-saksi yang diperiksa tersebut. Termasuk soal UB, Tinton tak banyak bicara.

“Sudah ada beberapa saksi yang kami periksa. Sejauh ini, kami masih memerlukan keterangan banyak saksi lain. Doakan saja  kami bisa segera menangkap  pelakunya,” tukas Tinton.   Seperti yang diberitakan sebelumnya, hidup Sudarmadji, 63, warga Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, berakhir tragis.

Ia ditemukan tewas di area persawahan yang ada di Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, kemarin (28/8) sekitar pukul 06.30. Sudarmadji dipastikan menjadi korban pembunuhan. Korban ditemukan bersimbah  darah tak jauh dari bekas sarang burung walet milik Habib Shahib,  warga Malang.

Saat ditemukan, korban yang mengenakan celana berwarna hijau ini dalam kondisi tertelungkup. Kondisinya cukup  mengenaskan dengan banyak  luka. Di antaranya, leher bagian depan korban luka menganga, usai digorok menggunakan senjata tajam.

Kepala belakangnya bocor, sampai (maaf) secuil otaknya keluar. Leher belakang juga ada  bekas tusukan senjata tajam.  Sadisnya lagi, mata kiri korban ditusuk menggunakan benda lancip. Tidak hanya itu, kakinya terikat dengan kain warna putih  yang diduga miliknya sendiri.

Kali pertama korban ditemukan oleh Marsum, warga Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Ketika itu, Marsum disebut-sebut hendak mencari ikan. Saat melintas di bangunan bekas sarang burung walet tersebut, Marsum dikejutkan dengan temuan mayat yang sudah tergeletak tersebut. (radar )