Browse By

Sadis, Pensiunan PNS Tewas Digorok di Beji

Polisi memeriksa sidik jari korban Sudarmadji.

Ditemukan di Area  Persawahan dengan Kaki Terikat

BEJI – Hidup Sudarmadji,  63, warga Kelurahan Dermo,  Kecamatan Bangil, berakhir tragis. Ia ditemukan tewas  di area persawahan, yang   ada di Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, kemarin (28/8)  sekitar pukul 06.30.

Sudarmadji dipastikan menjadi korban pembunuhan. Korban ditemukan bersimbah darah, tak jauh dari bekas sarang burung walet milik Habib Shahib, warga Malang. Saat ditemukan, korban yang mengenakan celana berwarna hijau ini dalam  kondisi tertelungkup.

Kondisinya cukup mengenaskan dengan banyak luka.  Di antaranya, leher bagian  depan korban luka menganga, usai digorok menggunakan senjata tajam. Kepala  belakangnya bocor, sampai (maaf) secuil otak nya keluar.  Leher belakang juga ada bekas tusukan senjata tajam.

Loading...

Sadisnya lagi, mata kiri korban ditusuk menggunakan benda lancip. Tidak hanya itu, kakinya terikat dengan kain warna putih yang diduga miliknya sendiri. Kali pertama, korban ditemukan oleh Marsum, warga Pekoren,  Kecamatan Rembang, Kabupaten  Pasuruan.

Ketika itu, Marsum  disebut-sebut hendak mencari  ikan. Saat melintas di bangunan  bekas sarang burung walet tersebut, Marsum dikejutkan dengan  temuan mayat yang sudah tergeletak tersebut.  “Tadinya, yang menemukan  adalah Marsum, warga Pekoren, Kecamatan Rembang. Mungkin  ke sini mampir sebentar untuk  istirahat. Setelah itu, ia (Marsum,  red) mengadu ke kami, usai mendapati temuan mayat,” ungkap Kastolan, lurah Pagak, Kecamatan Beji, saat ditemui di lokasi kejadian.

Kastolan mengaku, ia dan sejumlah muspika langsung mendatangi lokasi. Hanya saja, ia  dan muspika tak berani mengotak-atik mayat tersebut. Mereka menunggu pihak kepolisian datang untuk melakukan identifikasi.  Temuan mayat tersebut, membuat warga geger.

Dengan cepat,  kabar tersebut menyebar luas.  Hingga sejumlah warga pun berbondong-bondong mengerumuni jalan yang tak jauh dari lokasi  kejadian.  Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, petugas kepolisian tampak melakukan pemeriksaan terhadap  jasad korban.

Sidik jari dan sejumlah barang-barang yang ada di lokasi diambil untuk menjadi barang bukti. Seperti pakaian  korban.  Semula, korban tidak diketahui identitasnya. Maklum, tidak ada  satu pun identitas yang ditemukan. Namun, petugas akhirnya berhasil  mengidentifikasi korban yang  merupakan pensiunan Pemkab Pasuruan.

Ia disebut-sebut pernah bertugas di Disnakersostrans  Kabupaten Pasuruan, sebelum   kemudian bertugas di staf sekretariat DPRD Kabupaten Pasuruan,  hingga akhirnya pensiun.  Wakapolres Pasuruan Kompol Herlina mengaku masih melakukan penyelidikan terhadap kasus  tersebut. Ia tak memungkiri, jika Sudarmadji tewas dibunuh. Hal  itu terlihat dari luka yang dialaminya.

“Kami akan bawa jasad korban ke RS Bhayangkara Porong, Sidoarjo, untuk dilakukan visum,” ujar mantan Wakapolres Pasuruan Kota tersebut. Dari ciri-ciri luka yang ditemukan pada tubuh korban tersebut, kuat dugaan jika Sudarmadji menjadi korban pembunuhan berencana.

Hanya, pihaknya belum bisa memastikan siapa dalang dalam pembunuhan tersebut.   Termasuk motif dari aksi dugaan  pembunuhan tersebut. “Kami  masih melakukan pendalaman,”  tambahnya. (radar)