Browse By

Masuk Irigasi, Sanca 4,2 Meter Bikin Heboh

Sejumlah warga menggotong ular sanca yang berhasil ditangkap di sebuah irigasi di Dusun Nampes, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, kemarin.

PANDAAN – Seekor ular jenis sanca sepanjang 4,2 meter bikin heboh warga Dusun Nampes, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Kemarin (27/8), muculnya ular ini mengundang perhatian warga. Sehingga, mereka berbondong-bondong untuk melihat dari dekat.

Sejumlah warga, akhirnya berusaha menangkap hewan melata ini. Sekitar pukul 10.00 WIB, binatang yang memiliki  kulit “cantik” ini berhasil ditangkap. Berhasil  diamankan, warga juga masih terus  berdatangan. Tujuannya sama, mengetahui  secara detail kondisi ular yang beratnya  mencapai 16 kilogram itu.

Ular ini ditemukan melata di sebuah  irigasi di seberang PT Tris tex Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan. Karena berada di pinggir jalan kabupaten jurusan Beji- Pandaan dan cukup ramai, tak hanya warga sekitar yang datang. Para pengguna jalan  juga banyak yang berhenti untuk turut  melihat sanca ini.

“Muncul pertama kali pagi, sekitar pukul 05.30 WIB di irigasi.  Dan, berhasil dipegang (ditangkap) pukul  10.00 WIB,” ujar Ketua RT di Dusun Nampes  yang juga penemu ular sanca itu, Iskak.  Menurutnya, butuh waktu sekitar 20 menit untuk menangkap ular ini. Saat itu, ada tiga  orang masuk ke irigasi dan berusaha menangkapnya.

Loading...

Mereka menggunakan  sebatang kayu berukuran cukup panjang. Rupanya, tiga warga ini memancing ular ini agar melilit di kayu yang mereka bawa.  Hasilnya, sanca ini terpancing, sehingga secara bersamaan tiga warga ini mengangkat  kayu yang dililiti ular itu keluar dari irigasi.  Berhasil dikeluarkan dari irigasi, mulut ular ini dilakban. Sehingga, aman dipegang  banyak orang.

“Sejatinya tidak ada perlawanan dari ular itu saat dipegang. Tapi, kami pilih berhati-hati dan tidak gegabah. Menginggat, ular masih dalam keadaan liar, kami antisipasi terjadi hal  yang tidak diinginkan,” ujarnya.   Ular ini langsung dimasukkan kurung berbentuk segi empat yang terbuat dari rangkai an kawat. Sehingga, keberadaannya  masih bisa terlihat jelas dari luar.

“Kaget saja karena baru melihatnya sekarang. Sebelumnya, di tempat kami tak ada lar sebesar ini yang berhasil tertangkap,”  ujar Andri, salah satu warga yang datang untuk melihat ular ini. (radar)