Browse By

Laga Akhir di Kandang Mengecewakan

Pemain Persekap tertidur lemas saat peluit akhir laga melawan Celebest FC berbunyi di stadion Untung Suropari, Minggu (27-9) sore

PASURUAN – Hancur sudah impian skuad Persekap untuk menutup laga akhir di kandang. Sore kemarin saat menghadapi Celebest FC, klub besutan asuhan Asyari Cahyani itu kalah dari tamunya Celebest FC dengan skor 0-1 di tanding Untung Suropati.

Skuadra Persekap benar-benar telah tak memiliki taji. Beberapa peluang yang tercipta, tak mampu dikonversi menjadi gol.  Dari pantauan Jawa Pos Radar  Bromo, sejak menit awal pertandingan sejatinya arek-arek Persekap yang menunjukkan ambisinya dalam hal penyerangan.

Beberapa peluang cantik juga diciptakan dari pemain mungil Persekap, Fahrizal Ateng. Bahkan, eksekutor bola-bola mati, David Nurcahya juga sempat menuai  beberapa peluang untuk menyarangkan bola ke gawang lawan. Pada menit ke 7 misalnya, ketika  Fahrizal mampu menggiring bola  hingga berada di depan kotak penalti.

Peluang yang didapatkan  pemain nomor punggung 10 itu  nyaris berhasil diselesaikan. Pasalnya, tak ada satu pun pemain belakang Celebest FC saat itu.  Namun, M Zulkarnain yang membayang-bayangi Fahrizal Ateng mampu menghentikan  dengan tackling yang dilakukan.  Itu, yang kemudian harus dihadiahi kartu kuning oleh wasit  Sukriwiyanto.

Loading...

Secara umum, setiap serangan yang dilakukan oleh Persekap  tampaknya kurang memiliki ketajaman. Terlihat pada babak pertama, pola pertandingan yang  berjalan begitu lambat tanpa adanya ancaman satu sama lain. Gol  baru terjadi pada menit ke 55.

Tak  lain ialah Imam Bayhaqi, yang   berhasil menyundulkan bola hingga masuk ke gawang Rizal Efendi. Gol itu lantas menjadi penentu  kemenangan tim tamu.  Pelatih Kepala Celebest FC, Rudy Eka Priyambada mengaku  bangga dengan performa anak  asuhnya sore kemarin. Menurut  dia, segala instruksi yang diberikannya sebelum berlaga telah  di jalankan dengan baik.

“Saya puas dengan pertandingan sore ini. Anak-anak bermain dengan begitu bagus, instruksi yang   saya berikan, berjalan. Memang sejak awal saya arahkan untuk bermain landai. Bermain di kandang lawan harus sabar, lihat pola lawan terlebih dahulu. Itu,  evaluasi kami dari laga away  sebelumnya. kita bertahan tapi juga menerapkan counter attack,”  terangnya.

Sementara itu, Pelatih Kepala  Persekap Asyari Cahyani mengakui bahwa performa anak asuhnya sore kemarin kurang maksimal. Ia pun tak terkejut dengan  hasil pertandingan kemarin. Atas kekalahan itu, Persekap  terancam berada di juru kunci  grup 7 Liga 2.

Klub Persekap masih menyisakan satu laga lagi  yakni melawan Madura FC. Laga itu menjadi pertandingan terakhir  Liga 2 bagi Persekap dan bakal  dihelat di pulau garam.(radar)