Browse By

Pasutri Asal Tiris Tewas Tertabrak Truk

Motor pasutri asal Desa Rejing, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo ringsek setelah terlibat laka.

GADINGREJO – Nasib tragis dialami Mohamad Sawi, 35 dan Jum’ati, 32, pasangan suami-istri (pasutri) asal Dusun Gembor, Desa Rejing, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Keduanya tewas setelah mengalami kecelakaan di Jalan A Yani, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, kemarin (23/8).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 04.00. Diketahui, pasutri tersebut hendak berangkat ke Surabaya. Dimana, mereka memiliki usaha barang rongsokan. Mereka mengendarai motor   Yamaha Mio J dengan nopol DK 7310 BV.

Saat itu, sebuah dump truck  tanpa muatan melaju dari arah Pasuruan-Probolinggo. Kendaraan bernopol N 8842 UC itu dikemudikan oleh Sukaryono, 44,   warga Desa Rojomulyo, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.  Semula, Sukaryono memang  melaju dengan kecepatan tinggi. Namun, ia mengurangi kecepatannya saat hendak berbelok  dan menyeberang ke arah  selatan ke Jalan Kiai Sepuh dari simpang empat Timor Timur.

Kecelakaan terjadi, ketika badan dump truck berbelok ke selatan jalan. Saat badan dump truck melintang di jalan berlawanan itulah,  kedua pemotor yang berada di lajur kiri itu tertabrak bak belakang dump truck. Tak pelak,  keduanya lantas terpental dari motor hingga terjatuh ke aspal.  Motor yang di tumpangi keduanya ringsek.

Loading...

“Pada saat kejadian, saya sedang santai di lantai atas rumah. Saya kaget melihat ada dua korban terpental. Kemudian saya lari ke bawah dan berusaha menolong korban,” ujar Abdul Rokhim,  salah seorang warga setempat   yang saat itu berada di lantai dua rumahnya.

Menurutnya, pasca kejadian  itu, kedua korban dalam keadaan  tak sadarkan diri dengan badan telungkup. Tak berselang lama, petugas Unit Laka Satlantas Polres   Pasuruan Kota mendatangi lokasi kejadian. Kedua korban sempat  dilarikan ke IGD RSUD dr R.   Soedarsono.

Namun, lantaran luka yang di derita kedua korban cukup parah, nyawa keduanya tak dapat terselamatkan. Kedua korban pun langsung dibawa ke ruang pemulasaran untuk divisum.  Usai melakukan olah TKP, petugas juga mengamankan masing- masing kendaraan ke markas  Satlantas Polres Pasuruan Kota.

Berdasarkan hasil olah TKP, penyidik Unit Laka Satlantas Polres  Pasuruan Kota melihat adanya  beberapa faktor penyebab kecelakaan tersebut.  Salah satunya, traffic light di  simpang empat itu masih belum menyala pada saat kecelakaan itu  terjadi. Hanya menyala lampu  kuning berkedip yang menandakan kehati-hatian terhadap pengguna jalan.

Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Kota Ipda Heri Purnomo menuturkan, sejauh ini pihaknya telah mengantongi keterangan dari sejumlah saksi dalam insiden tersebut. Sopir dump truck juga telah diperiksa oleh penyidik.

“Sopir dump truck memang  sudah kami amankan untuk  menjalani proses pemeriksaan  intensif. Kalau melihat dari hasil   olah TKP, memang ada unsur kelalaian dari kedua pihak. Baik  pengemudi dump truck maupun  pemotor. Namun, untuk kepastiannya kami masih membutuhkan waktu untuk mendalaminya,” papar perwira dengan satu setrip  di pundaknya itu.

Sementara itu, keluarga kedua  korban baru mendatangi ruang pemulasaran RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan sekitar pukul  13.45. Isak tangis pecah begitu mereka tiba di kamar mayat.  Mereka tak kuat menahan kesedihan atas insiden yang menewaskan dua keluarganya itu.

Salah satunya diungkapkan oleh Yanto, yang merupakan paman korban. Ia mengatakan,   bahwa pasutri itu berangkat dari rumahnya sekitar pukul 00.00.  “Mereka mau berangkat ke rumahnya di Surabaya. Di Surabaya, mereka punya usaha rongsokan.  Dua atau lima bulan sekali, mereka pulang ke Probolinggo. Kalau mau berangkat ya pamitan ke  orang tuanya saja,” tuturnya.

Pasutri itu memang membawa sekarung barang yang diletakkan diantara setang motor dan sadelnya. Isinya mulai ubi dan  bahan pangan lainnya. Tewasnya pasutri ini, membuat kedua  anak nya menjadi yatim-piatu.  (radar)