Browse By

Temukan Bayi Perempuan di Teras Rumah

Seorang perawat tengah memeriksa kondisi kesehatan bayi yang ditemukan di teras rumah warga.

KEJAYAN – Warga RT 3/RW 1, Dusun Lorokan Utara, Desa Lorokan, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, mendadak geger. Itu, setelah dini hari kemarin (22/8), Jamak, 37, warga desa  setempat menemukan bayi berjenis kelamin perempuan di   depan teras rumahnya.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, sekitar pukul 02.00, Jamak pulang ke rumahnya usai kerja lembur sebagai kuli bangunan. Sesampainya di halaman rumah, ia dikejutkan dengan suara tangis bayi.

Spontan, ia  lantas mencari sumber suara.   Saat itulah, ia menemukan sebuah kardus berwarna cokelat  di depan pintu rumahnya. Saat kardus tersebut dibuka, ia menemukan seorang bayi yang dibungkus dengan sebuah selimut dan   sarung berwarna cokelat.

“Begitu mengetahui ada bayi yang diletakkan dalam kardus, saya langsung menghubungi Pak Kades.  Sebab, saya takut ada apa-apa,”  katanya. Jamak menyebut, saat pertama kali ditemukan, tubuh bayi mungil  itu masih dipenuhi darah. Selain  itu, ari-ari bayi masih menempel  di pusarnya. Namun, ia memastikan bayi dalam keadaan sehat dan tidak ditemukan cacat di  tubuhnya.

Loading...

“Inginnya saya bisa mengadopsi dan mengangkatnya sebagai anak. Sebab, sudah lama saya dan istri menginginkan anak,”   jelasnya saat ditemui di rumahnya. Saat ini, bayi tersebut masih  berada di rumah Jamak. Kemarin, seorang perawat didatangkan  untuk memeriksa kondisi kesehatan bayi tersebut.

Sementara itu, Kades Lorokan Husein menjelaskan, kejadian penemuan bayi ini baru pertama  kali terjadi di desanya. Namun, ia sudah melaporkan peristiwa ini kepada pihak kepolisian agar  segera dilakukan penanganan.   “Dari hasil pengecekan medis, bayi lahir secara prematur. Berat  badan 1 kilogram 6 ons. Namun, secara keseluruhan, bayinya sehat,” ujar Husein.

Sementara itu, Kapolsek Kejayan AKP Sumaryanto menerangkan,  pihaknya sudah menerima laporan tentang penemuan bayi  di Desa Lorokan. Kemarin pagi   (22/8), pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Menurutnya, dari hasil olah  TKP dan pemeriksaan saksi, di duga orang tua pemilik bayi tersebut tidak bersedia merawatnya. Sehingga, bayi itu diletakkan di depan rumah orang. Sumaryanto  juga menduga, pemilik bayi adalah warga Kejayan. Pasalnya, bayi ditemukan saat malam hari.

“Tidak mungkin warga dari luar Kejayan datang ke Lorokan untuk  meletakkan bayi saat malam hari. Pemilik bayi pasti masih orang  Kejayan. Saat ini sedang kami  usut. Orang tuanya bisa dikenakan pasal penelantaran anak,”  terangnya. (radar)