Browse By

Korban Arisan Online Bertambah

Salah seorang korban arisan saat membuat lapoan di SPKT Polres Probolinggo Kota, kemarin.

MAYANGAN – Korban penipuan arisan online yang dikelola Purwati, 38, warga Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan  Kanigaran, Kota Probolinggo, bertambah. Kemarin (22/8), sedikitnya 12 korban melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres  Probolinggo Kota.

Menurut salah satu pelapor yang berinisial AM, 25, warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, ia mulai mengikuti arisan online sejak Januari 2017 lalu. Ia mengaku  kenal dengan Purwati lantaran terlapor sering ke warungnya. Saat itu, AM diajak untuk ikut  arisan online.

Tertarik, AM kemudian ikut arisan model Get Rp 2 juta. Ternyata, tidak hanya arisan, terlapor juga mengelola tabungan anggotanya. AM sendiri  juga ikut program tabungan   yang ditawarkan purwati. Ia mengaku duit yang sudah ditabung mencapai Rp 400 ribu.

AM mengatakan, seharusnya ia mendapat arisan itu Juli lalu. Karena tak ada kejelasan, ditambah dengan adanya anggota arisan yang telah melaporkan dugaan penipuan oleh  terlapor,  i a memutuskan melakukan hal   yang sama. “Banyak yang kena tipu, Mas, bukan hanya saya. Makanya, kita datang ke sini untuk melaporkan aksi penipuan  ini,” terang perempuan yang kemarin mengenakan kacamata  dan masker itu.

Loading...

Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, setelah mengumpulkan 12 korban dan di mintai keterangan, pihaknya akan segera melakukan penyelidikan lebih dalam. Termasuk meminta pada terlapor yang berada di luar kota untuk pulang   dan mengatasi persoalan yang  ada.

Jika terlapor tidak pulang dan mengatasi persoalan tersebut,  maka pihaknya akan melakukan  panggilan paksa. “Pada terduga,  kami juga masih akan melakukan penyelidikan. Meskipun, bukti yang ada termasuk saksi, sudah  cukup untuk menetapkan terlapor sebagai tersangka. Namun,   kami masih fokus melakukan penyelidikan dan menganalisis,” jelasnya.

“Kami masih melakukan pemeriksaan pada pelapor. Adapun  korban yang melapor hari ini  bertambah. Yakni, sebanyak 12   orang, 1 pria dan 11 perempuan. Kami masih akan menyelidiki  kasus ini,” terangnya. Diberitakan sebelumnya, anggota arisan online yang dikoordinatori Purwati gelisah.

Pasalnya,  Purwati menghilang ketika ditagih pembayaran arisan oleh anggota. Mereka semakin waswas ketika akun facebook dan nomor ponsel  Purwati tidak bisa dihubungi. Purwati diduga melakukan penipuan pada anggotanya. Kerugian   yang dialami anggota bervariasi. Ada yang ratusan ribu, sampai Rp 25 juta. Informasi yang diterima  pihak kepolisian, terlapor kini kabur ke luar kota. (radar)