Browse By

Pelajar SMA Garong 40 HP

Dua pelaku saat di periksa petugas, salah satunya masih berstatus pelajar.

Dibekuk Bersama Karyawan Swasta

PAITON – Kasus pembobolan sebuah konter handphone (HP)  di Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo,  Kamis (10/8) lalu, akhirnya terungkap. Sabtu (19/8) lalu, jajaran  Polsek Paiton membekuk dua  pelakunya. Ternyata, salah satunya masih pelajar di sebuah SMA  di Kecamatan Paiton.

Dua pelaku itu adalah Nurul Hasan, 19, warga Desa Alastengah,  Kecamatan Paiton. Serta, seorang pelajar berinisial MDM, 17, warga  Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton. Menurut Kapolsek Paiton AKP  Riduwan, kedua pelaku masih  ada hubungan keluarga.

Riduwan mengatakan, pencurian itu terjadi sekitar pukul 02.00  WIB. Kedua pelaku masuk konter  di Desa Sukodadi itu dengan cara membobol atap konter. Mereka berhasil menguras isi konter.  Berupa, 40 unit HP, 11 unit powerbank, dan 66 unit kartu perdana.

Loading...

Akibat kejadian ini, korban Saihul Islam, 35, mengaku mengalami  kerugian sekitar Rp 50 juta. Kemalingan, korban yang warga Desa Pondokkelor, Kecamatan Paiton, melapor ke Polsek Paiton. Berdasar laporan itu, polisi melakukan penyelidikan. Salah satunya dengan terus bekerja sama dengan pemilik konter dan  pihak-pihak terkait.

Hasilnya,  mendapatkan informasi melalui media sosial terkait pelaku yang   hendak menjual HP.  Seorang pembeli mengaku mendapatkan barang dari MDM. Karenanya, polisi langsung bergerak menuju rumah MDM yang  tak jauh dari konter yang dibobol. Dari sana, polisi menemukan barang  bukti berupa 36 unit HP, 11 power  bank, dan 66 kartu perdana.

“Ada empat unit HP hasil curian yang sudah dijual oleh pelaku. Namun, sekarang sudah berhasil diamankan semua. Jadi, 40 unit HP itu utuh,”  ujar Riduwan. MDM dibekuk di rumahnya sekitar pukul 17.00 WIB. Kepada  polisi, MDM mengaku mencuri   bersama Nurul Hasan, yang tercatat sebagai seorang karyawan di     sebuah perusahaan di Kecamatan  Paiton.

Tak mau buruannya kabur, anggota Polsek Paiton langsung  memburunya. Sekitar pukul 19.00   WIB, polisi mencegatnya di depan perusahaan tempatnya bekerja.  Tapi, pelaku berusaha kabur. “Mungkin sudah terasa kalau akan di tangkap, dia berusaha kabur.  Karenanya, dia dihadiahi timah panas,” ujarnya. 

Riduwan mengatakan, kerugian yang dialami korban mencapai  sekitar Rp 50 juta. Maklum, HP yang dibawa kabur pelaku harganya rata-rata ber kisar antara Rp  1,5 juta sampai Rp 1,9 juta. Dan,  semua HP yang dicolong masih  baru dan belum buka kardus.  

“Mereka (pelaku) menjualnya  dengan harga normal. Karena kan  lengkap dus sama bukunya,” ujar mantan Kapolsek Dringu itu. Kini, keduanya ditahan di Mapolsek Paiton. Mereka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian  dengan Pemberatan. Ancaman hukuman maksimal selama 7 tahun penjara. Menurut Riduwan, mereka  mencuri untuk foya-foya.

“Biasa anak muda, untuk foya-foya. Meski yang satu masih tergolong anak- anak, tetap kami proses,” ujar  Riduwan. (radar)