Browse By

Keluhkan Proyek Tol Pandaan-Malang, Warga Tejowangi Lurug DPRD-Pemkab

Warga Desa Tejowangi melakukan aksi ke kantor DPRD dan Pemkab Pasuruan menuntut kerusakan akibat pembangunan tol diperbaiki.

Bupati Jamin Perbaikan Kerusakan

BANGIL – Kerusakan infrastruktur imbas proyek tol Pandaan-Malang, membuat warga Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, meradang.  Kemarin (21/8), ratusan warga Desa Tejowangi yang mengatasnamakan diri Tejowangi Bangkit, menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD dan Pemkab Pasuruan.

Unjuk rasa itu sebagai bentuk kekesalan atas banyaknya infrastruktur di wilayah setempat yang mengalami kerusakan.  Bukan hanya itu, proyek jalan  bebas hambatan itu, juga diklaim  warga membawa masalah lingkungan. Yakni, polusi udara dan  suara yang membuat warga merasa tak nyaman.

 “Kami minta agar pihak tol bertanggung jawab atas kerusakan jalan di desa kami,” ungkap M. Bahrudin, orator dalam aksi tersebut. Bahrudin menyampaikan, ada beberapa persoalan yang di akibatkan pekerjaan proyek  jalan tol. Salah satunya banyak  rumah yang mengalami retak- retak imbas getaran alat berat  yang digunakan.

Loading...

Warga pun menjadi waswas dengan kondisi rumahnya saat ini. Selain itu, proyek jalan tol Pandaan-Malang itu juga membuat  jalan alternatif yang dibangun  warga terputus. Bahkan, jalan  makam yang ada saat ini, lebarnya  menyusut. Akibatnya, warga  kesulitan saat hendak mengantar  jenazah.

“Saluran air di desa kami menjadi  rusak. Sehingga, pada waktu hujan, air meluber ke tanah warga. Bahkan,  jalan penghubung desa yang dilalui armada proyek tol, mengalami kerusakan dan mengganggu aktivitas warga,” tandasnya.

Untuk itulah, pihaknya menuntut agar pihak tol bertanggung jawab. Supaya, pembenahan jalan dan  retak-retak rumah warga dibenahi  secepatnya. “Kami ingin agar pihak tol bertanggung jawab membenahi kerusakan yang ditimbulkan armada proyek tersebut,” imbuhnya.

Desakan senada disampaikan Hartono, warga Tejowangi lainnya.  Ia memandang, proyek tol Pandaan-Malang juga berdampak  terhadap polusi. Bukan hanya polusi udara, beroperasinya armada dan alat berat tol juga  membuat suara bising hingga  menggangu warga.

“Gara-gara proyek tol ini pula, pembangunan balai desa pada saat ini belum terlaksana. Sehingga, pelayanan masyarakat tidak memadai. Padahal, lahan di Tejowangi banyak yang strategis.   Tapi kok malah ditempatkan yang berada di belakang rumah warga lahannya. Ada apa?,” sampainya.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat  yang menemui pengunjuk rasa berjanji bakal menindaklanjuti as pirasi warga. Rencananya, Rabu ini ia dan anggota yang lain akan melakukan peninjauan ke  lokasi. “Rabu siang kami akan  ke Desa Tejowangi,” janjinya.  

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemkab Pasuruan Anang Syaiful Wijaya menanggapi  keluhan masyarakat tersebut.  Menurut dia, persoalan yang di hadapi oleh warga Desa Tejowangi itu, sesegera mungkin akan  di selesaikan.  

Anang juga membenarkan adanya dampak kerusakan fasilitas  umum yang terjadi di Desa Tejowangi. Pemkab Pasuruan, kata Anang, juga sempat menyampaikan  hal itu ke pelaksana kontraktor  tol beberapa waktu lalu. “Kami sudah sampaikan semua  itu jauh hari sebelumnya. Tapi,  memang masih belum ada upaya.  Jawaban pelaksana tol, semua itu (perbaikan infrastruktur) ada  aturannya, ada tahap untuk perbaikan. Kemungkinan, jika selesai pembangunan akan segera diperbaiki,” tandasnya.  

Sementara itu, Bupati Pasuruan  Irsyad Yusuf mengutarakan,  perbaikan infrastruktur tersebut  bakal dibenahi oleh pihak tol. Meski begitu, pihaknya juga  berharap warga Tejowangi bersikap rasional. Sebab, proyek  jalan tersebut belum rampung sepenuhnya.  

“Pihak tol sudah berjanji untuk  melakukan pembenahan. Tapi, pembenahannya dilakukan setelah perbaikan rampung.  Kalau tidak dibenahi, saya jaminannya,” tegasnya.

Sementara itu, Project Manager PT Jasamarga Pandaan-Malang  Indrawan mengutarakan, tuntutan warga tersebut sudah diselesaikan  oleh pihak kontraktor. “Semua  tuntutan warga sudah diselesaikan dengan kontraktor kami, PT  Pembangunan Perumahan (PP),”  urainya melalui pesan WA,  kemarin. (radar)