Browse By

Dua Spesialis Jambret Diringkus

Tersangka Kusnari dan M Sholeh bersama motor yang digunakan untuk menjambret saat dirilis Mapolres Pasuruan, kemarin.

Biasa Beroperasi di Jalur Pasuruan- Malang

BANGIL – Dua kawanan jambret yang biasa beroperasi di  wilayah Purwosari, Purwodadi, dan Wonorejo berhasil digulung  Satreskrim Polres Pasuruan. Keduanya diringkus setelah melancarkan aksinya yang ke sebelas kali.  Keduanya diringkus Sabtu (20/8)  dini hari.

Upaya penangkapan keduanya tak mudah. Bahkan,  petugas harus dibuat kesulitan  lantaran pelaku meneriaki maling terhadap petugas yang hendak menyergapnya. Kasatreskrim Polres Pasuruan  AKP Tinton Yudha Riambodo mengungkapkan, kedua tersangka yang ditangkap tersebut diketahui bernama Kusnari, 27 dan M. Sholeh, 19. Keduanya merupakan warga Desa Ambalambil, Kecamatan Kejayan. 

Penangkapan kedua pelaku  spesialis jambret tersebut, berawal dari penyelidikan atas kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Desa  Wonosari, Kecamatan Wonorejo. Korban penjambretan tersebut, menimpa Nuris Prayuni,  warga Dusun Barong, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi. 

Loading...

Nuris menjadi korban penjambretan, Sabtu, 12 Agustus  2017. Ketika itu, ia hendak pergi ke Pasuruan. Ia mengendarai motor Yamaha Mio sendirian.  Saat dalam perjalanan, tiba-tiba  ke dua pelaku memepetnya. Keduanya mengendarai motor  Yamaha R15. Kusnari berperan  sebagai joki. Sementara rekannya, Sholeh, berperan sebagai  eksekutor.

“Pelaku kemudian menarik tas korban dan langsung  membawa lari tas korban tersebut,” jelas Tinton saat mendampingi Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono. Korban yang tak merelakan  barangnya hilang, kemudian melapor ke polisi.

Dari laporan itulah, petugas melakukan penelusuran. Hingga diketahui identitas  pelaku yang melakukan aksi. Begitu mengetahui dalang di balik penjambretan itu, petugas Buser Polres Pasuruan bergerak melakukan penggerebekan. “Yang pertama  kali ditangkap adalah  Sholeh. Ia merupakan residivis kasus begal,” sambungnya.

Sholeh ditangkap di kawasan  pecah batu yang ada di Kejayan. Dari Sholeh itulah, petugas akhirnya berhasil mengembangkan pelaku lain, yang tak lain adalah Kusnari. Petugas kemudian bergerak ke rumah Kusnari.  Di situlah, drama penangkapan nyaris tak menguntungkan. Sebab, Kusnari yang tak mau di tangkap, memilih untuk meneriaki maling dan rampok kepada petugas.

Beruntung, tidak   sampai terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Sehingga, petugas berhasil meringkusnya. Keduanya pun diamankan ke  Mapolres Pasuruan. Dalam pemeriksaan itu, diketahui kalau mereka  telah beraksi sebanyak sebelas  kali. Lokasi operasi mereka adalah jalur Pasuruan-Malang.

“Mereka sudah beraksi sebanyak sebelas kali. Di antaranya, di Wonorejo, Purwosari, dan Purwodadi. Kami mengamankan  sejumlah barang bukti. Selain  handphone juga motor yang  digunakan pelaku untuk beraksi,”  tambahnya.

Kini, karena perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 363 KU- HP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancamannya, tujuh  tahun penjara. (radar)