Browse By

Razia Lagi, Satpol PP Amankan 36 Remaja

Puluhan remaja yang dirazia, Sabtu malam, diberi sanksi fisik sebagai salah satu bentuk pembinaan oleh petugas Satpol PP Kota Probolinggo.

MAYANGAN – Dinas Satpol PP Kota Probolinggo terus menggelar razia untuk memberantas penyakit masyarakat (pekat).  Sabtu (19/8) malam misalnya, 36 remaja  mabuk dijaring dari sejumlah titik di kota. Antara lain di Taman Manula, Taman  Maramis, simpang empat Ketapang, simpang Randu Pangger, Jalan Hayam Wuruk,  dan Jalan KH Mansyur.

Razia sendiri dimulai pukul 08.00. Mereka yang diamankan pun beragam.  Ada dua pasang muda mudi yang sedang  pacaran di Taman Manula, Jalan Soekarno- Hatta dan Taman Maramis, Jalan Slamet  Riyadi. Lalu, 13 remaja laki-laki dan satu remaja perempuan yang sedang mabuk  di Jalan KH. Mansyur, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.

Selanjutnya, delapan remaja di Jalan  Hayam Wuruk dan tiga remaja di rel KA,  Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan. Kemudian, tiga anak jalanan (anjal) yang sedang mengamen di simpang empat  Ketapang, Kecamatan Kademangan.

Dan, seorang PSK di Pentalan, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran. Kepada petugas, PSK ini mengaku nekat karena terdesak kebutuhan ekonomi.  “Saya pertama kali bekerja seperti ini, terpaksa untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar DW, 35.

Loading...

Di akhir razia, petugas mengamankan tiga remaja yang mengamen di simpang  empat Randu Pangger, Jalan Raya panglima  Sudirman. Mereka berasal dari Gending Kabupaten Probolinggo. Kasi Ops Dinas Satpol PP Kota Probolinggo  Hendra Kusuma mengatakan, razia digelar  untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban di Kota Probolinggo.

”Ini kegiatan rutin Dinas Satpol PP Kota  Probolinggo untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat. Hasilnya 36 orang terjaring razia,” tandasnya.  Mereka yang terkena razia, menurutnya, akan didata dan dibina. Selanjutnya, pihak  keluarga masing-masing dipanggil untuk menjemput.

“Razia sendiri dilakukan berdasarkan  informasi dari masyarakat bahwa banyak muda-mudi yang sering mabuk-mabukan  dan pacaran. Ke depan, razia ini akan  kami gelar rutin. Kami akan terus melakukan pengawasan,” pungkas Hendra.  (radar)