Browse By

Jembatan Ambruk Makan Korban di Kecamatan Krucil

Kondisi jembatan Kertosuko yang ambruk pada Kamis (17-8). Ambruknya jembatan buatan Belanda itu membuat seorang warga meninggal.

Meninggal saat Dirawat di RSUD Waluyo Jati

KRUCIL – Jembatan Kertosuko  yang ada di Dusun Krajan, Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, ambruk Kamis (17/8) lalu. Ambruknya jembatan yang dibangun sekitar tahun 1940 oleh Belanda, itu   mengakibatkan satu korban jiwa. Korbannya adalah Sulama, 55, warga setempat.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, saat itu Sulama yang asal RT 9/RW 5 Dusun Krajan, Desa Kertosuko, dibonceng menantunya menggunakan  motor. “Korban mau ke Desa Tambelang, mengunjungi saudaranya untuk memanen kopi,”   terang Sudarman, kepala Desa Kertosuko.

Saat melintas, tak disangka salah satu baja penyangga ambruk.  Bambu yang menjadi alas jembatan itu akhirnya ikut ambruk.  Tak ayal, Sulama dan menantunya terjatuh ke dasar Sungai Kiong yang kering sedalam 9 meter.

Loading...

Kedua korban mengalami luka. Kedua korban lantas berteriak minta tolong. Beruntung, saat  itu ada seorang warga bernama Kusput yang tengah mencari kayu. Mendengar teriakan korban, Kusput langsung memberikan pertolongan. Bahkan,  Kusput juga mendorong motor  hingga ke atas sungai.

Dengan sisa tenaganya, menantu korban  kemudian membonceng mertuanya. Kusput juga naik motor tersebut dan menahan Sulama dari belakang. Saat dilakukan perawatan, diketahui jika Sulama menderita luka cukup parah di kepala. Lukanya itu diakibatkan benturan dengan batu yang berada di Sungai Kiong.

Karena lukanya  parah, korban lantas dirujuk ke  RSUD Waluyo Jati, Kraksaan.  Sayang, nyawa Sulama tak tertolong. Ia meninggal dunia sekitar pukul 15.00.  Sudarman mengatakan, kejadian ambruknya jembatan itu bukan yang pertama kali terjadi.

“Sudah banyak korban yang jatuh sebelumnya,” terangnya.  Beberapa tahun sebelumnya,  juga ada korban jatuh di jembatan yang menghubungkan Desa Kertosuko dan Desa Tambelang  itu. “Jembatan peninggalan Belanda tersebut ambruk lantaran  usia besi bajanya sudah tua,”  imbuhnya.

Dulu, jembatan itu bisa dilewati kendaraan roda empat.   Namun, sekarang hanya bisa  dilalui roda dua. Pemerintah desa berharap, pemkab bisa melakukan perbaikan pada jembatan tersebut. “Kami mohon bantuan secepatnya,” terangnya.

Selama ini, perbaikan yang dilakukan melalui swadaya masyarakat. Untuk sementara, warga   membangun jembatan dari  bambu agar warga di dua desa  bisa melewati sungai Kiong. Supriyadi, 45, warga desa setempat mengaku tidak mengetahui langsung kejadian yang menewaskan tetangganya itu. Ia baru mengetahui kejadian   tersebut, setelah korban berada di puskesmas.

“Warga yang cari kayu di lokasi kejadian telepon saya. Kondisi korban saat di puskesmas masih sempat bicara,” katanya. Terpisah, anggota Komisi C   DPRD Kabupaten Probolinggo Suwono mendesak pemkab untuk segera melakukan perbaikan.  Ia juga akan mengusulkan pada  komisinya untuk melakukan sidak ke jembatan tersebut.

“Kami berharap ada bantuan  dari pemda setempat, keluhan  masyarakat belum ada tanggapan  walaupun sudah pernah diajukan pembangunannya. Sebelumnya ada 2 orang anggota TNI  yang jadi korban,” terang Suwono, anggota Komisi C DPRD Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Prijono mengaku,  belum mendapat informasi tersebut. “Nanti akan kami cek. Kami akan meminta tim PU untuk melihat kondisinya,” terangnya. (radar)