Browse By

Janda Kejayan Tewas di Malang

Wasiah semasa hidup

Jenazah Ditemukan di Jurang Sedalam 30 Meter

PASURUAN – Seorang warga  Desa Kepuh, Kecamatan  Kejayan, Kabupaten Pasuruan, di temukan tewas di bawah jembatan Jalur Lintas Selatan  (JLS) Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Kamis (17/8)  sore.

Korban yang diketahui  bernama Wasiah, 41, itu diduga menjadi korban pembunuhan.  Ini, lantaran saat ditemukan  warga setempat, jenazah wanita dengan status janda tersebut, terbungkus karung dan jas hujan dengan kondisi tangan terikat.

Polisi sempat memberi status Mrs X lantaran tak menemukan identitas. Setelah melakukan  penyelidikan, identitas akhirnya diketahui. Polres Malang pun akhirnya mengabarkan temuan  itu ke kerabat korban, serta pihak  pemerintahan Desa Kepuh, tempat korban tinggal.

Loading...

Kepala Desa Kepuh Zam Zam menuturkan, bahwa pihaknya menerima informasi terkait dengan penemuan mayat tersebut, tak lama setelah ditemukan. “Saya  mendapat kabar bahwa ada mayat tanpa identitas ditemukan di Malang. Saya ditelepon petugas Unit Reskrim Polsek Kejayan,”  ujarnya kepada koran ini.

Secara kebetulan, Zam Zam langsung menanggapi informasi itu. Sebab, ia juga mengantongi laporan bahwa ada salah seorang warganya yang tak pulang ke  rumah sejak Senin (14/8). Oleh sebab itulah, ia langsung berinisiatif untuk mengecek korban di  RSSA Malang.

“Saya mengajak aparat desa dan beberapa keluarganya. Ternyata memang benar, setelah  kami kenali dari wajahnya,” imbuh Zam Zam. Ia menambahkan, bahwa pihak keluarga juga telah dimintai keterangan oleh kepolisian setempat. Beberapa pertanyaan yang disodorkan penyidik, yakni terkait dengan kehidupan Wasiah  semasa hidupnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, Wasiah sendiri pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Namun, ia telah berhenti bekerja sejak sebulan yang lalu. Zam Zam menyebutkan, bahwa  Wasiah merupakan seorang  janda tanpa anak.

“Ia menikah tujuh kali, menikah resmi dua kali, selebihnya siri,” jelasnya.  Hingga berita ini ditulis, jenazah Wasiah masih berada di kamar mayat RSSA Malang untuk dilakukan otopsi. Kepolisian  Malang sendiri masih melakukan upaya penyelidikan terkait  dengan penyebab pasti tewasnya  Wasiah yang tak wajar itu.

“Jenazah belum bisa dipulangkan karena masih menunggu otopsi,” tandas Zam Zam. Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tersebut. “Kemarin (Kamis 17/8) Kasatreskrim sudah  turun langsung cek dan olah TKP.  Tangan terikat tali dan jas hujan. Sudah kami kirim ke RS untuk otopsi untuk ketahui pasti penyebab kematian. Apa sampeyan tahu identitas korban?” kata Yade balik bertanya.

Yade belum bisa memastikan, apakah Wasiah tewas akibat di bunuh atau bukan. Pihaknya masih menunggu hasil otopsi.  Sebelumnya, sesosok mayat manusia berjenis kelamin perempuan, ditemukan warga di bawah  jembatan Jalur Lintas Selatan (JLS)  Desa Tumpakrejo, Kecamatan  Gedangan, Kamis petang.

Mayat itu diduga menjadi korban pembunuhan. Pasalnya, ketika  ditemukan posisi korban terkelungkup. Selain itu, kedua kaki korban juga terbungkus karung plastik. Bagian perut sampai kepalanya juga terbungkus dengan jas hujan  warna hijau tua.

Kali pertama jenazah ditemukan oleh warga sekitar yang  sedang melintas. Melihat ada  sosok mayat di bawah jembatan, warga lalu memberitahu pada warga sekitar yang diteruskan ke perangkat desa. Selanjutnya,  melaporkan temuan itu ke petugas Polsek Gedangan.

Informasi yang diperoleh sumber Malang Post, korban diperkirakan dibunuh di tempat lain.  Selanjutnya, setelah dihabisi, korban dibuang di lokasi. Tubuh  korban dibuang dari atas jembatan ke dalam jurang dengan  kedalaman sekitar 30 meter. (radar)