Browse By

Tiga Tahun Buron, Maling Pikap Ditangkap

Sudiono (kaos krem lengan panjang) dikeler Buser Polres Pasuruan untuk diperiksa.

BANGIL – Momen kemerdekaan tidak sepenuhnya dirasakan oleh Sudiono, warga Dusun Cowek, Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen. Pasalnya, tepat di HUT RI ke 72 kemarin (17/8), ia harus merasakan pengapnya dinding penjara.  Ia ditangkap anggota Buser Polres Pasuruan gara-gara kasus  pencurian pikap yang melilitnya. 

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Tinton Riambodo mengatakan, penangkapan tersangka dilakukan anggotanya, saat Sudiono berada di tepi jalan yang ada di wilayah Mojokerto, sekitar pukul 12.00. Penangkapan tersebut bermula dari aksi pencurian mobil pikap yang dilakukannya, 15  September 2014 silam. Korbannya adalah Subandi, warga Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen,  Kabupaten Pasuruan.  

“Tersangka melancarkan aksinya  sekitar pukul 05.00. Ia tidak sendirian, melainkan bersama rekannya yang bernama Samat. Rekannya ini telah meninggal dunia karena sakit,” terang Tinton. Mantan Kasat Reskrim Polres  Lumajang ini menceritakan, aksi  itu dilakukan pelaku bersama rekannya dengan merusak pintu  mobil.

Ketika itu, mobil korban tengah berada di garasi rumah. Kedua pelaku merusak pintu  serta merusak kunci kontak mobil dengan menggunakan kunci T. Berhasil menghidupkan mesin,  kedua pelaku pun kabur. “Begitu tahu mobilnya raib, korban langsung melapor ke polisi. Kerugian ditaksir mencapai Rp 99  juta,” sampainya.

Loading...

Berangkat dari situlah, petugas melakukan perburuan. Tak mudah untuk mengejar pelaku. Pasalnya, pelaku sempat kabur ke Mojokerto. Begitu mengetahui keberadaan tersangka, petugas pun langsung meringkusnya. Ia dikeler petugas ke Mapolres Pasuruan.

Selain mengamankan  tersangka, petugas juga menemukan pikap nopol N 8905 TF  yang merupakan hasil kejahatannya.  Polisi kemudian memeriksa  tersangka dengan intensif. Dari  pemeriksaan itulah, diketahui kalau bukan hanya sekali ia terjerat kasus. Sebelumnya, ia sudah tiga kali ditangkap polisi atas kasus pencurian motor dan mesin Senzo.

“Penangkapan ini,  merupakan kali keempat,” jelas Tinton.  Kini, akibat perbuatannya itu,   tersangka dijerat pasal 363 KU- HP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancamannya 7  tahun penjara. (radar)