Browse By

Sakit, Satu CJH Kota Probolinggo Meninggal di Makkah

Makkah

KEDOPOK – Kabar duka kembali datang dari calon jamaah haji (CJH). Setelah sebelumnya CJH asal Kabupaten Pasuruan dinyatakan meninggal dunia, kabar yang sama didapatkan dari CJH Kota Probolinggo.

Satu CJH bernama Sumaryam, 61, warga Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Kedopok, meninggal karena sakit. Kabar meninggalnya Sumaryam ini, dibenarkan Muhammad Miskun, kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag setempat. “Memang betul, ada CJH Kota Probolinggo yang meninggal dunia,” ujarnya.  

Sumaryam meninggal dunia pada pukul 17.00 waktu Arab Saudi atau sekitar pukul 21.00 waktu Indonesia.  “Ibu Sumaryam sejak 8 tahun lalu sudah terkena penyakit diabetes. Namun, ketika tes kesehatan,   beliau termasuk yang lolos. Karena berisiko tinggi,  almarhumah dipasang gelang merah sebagai penanda bahwa yang bersangkutan perlu mendapatan pendampingan dari petugas kesehatan,” ujarnya.

Miskun–sapaan akrabnya– mengatakan, pihaknya telah mendatangi rumah duka kemarin (17/8). Selain menyampaikan rasa belasungkawa, rombongan Kemenag juga menyampaikan kabar duka itu secara tertulis pada keluarga. “Ibu ini (Sumaryam, Red) berangkat haji di dampingi Sunamo, suaminya. Suaminya dalam kondisi sehat,”  jelasnya.

Loading...

Miskun memperkirakan, Sumaryam dalam kondisi kelelahan  setelah tiba di Makkah. Maklum, begitu tiba di tanah suci, seluruh CJH langsung menjalankan ibadah. “Mulai sampai di tanah suci itu, dilanjutkan dengan umrah. Ini mungkin yang membuat   beliau kelelahan,” ujarnya.

Dari informasi yang diperoleh Kemenag, Sumaryam tidak sampai dilarikan ke rumah sakit. Ia   mendapat perawatan dari tim dokter rombongan. Karena meninggal di tanah suci, jenazah Sumaryam tidak akan dibawa pulang ke Indoensia. Namun, dimakamkan di Makkah.

“Setelah rangkaian ibadah haji ini selesai, maka akan diselesaikan asuransi jamaah haji,”  jelasnya. Sumaryam masuk dalam rombongan 1 CJH Kota Probolinggo yang berangkat  pada Minggu (13/8) lalu, bersama 205 jamaah.  Sementara itu, pihak keluarga mengaku sudah ikhlas dengan  meninggalnya Sumaryam. Apalagi, Sumaryam telah mengikuti umrah.

“Kami sudah ikhlas dengan wafatnya ibu. Bersyukur ibu sudah sampai di Makkah,” ujar Sunipa, anak mendiang Sumaryam saat ditemui di rumah duka, kemarin. (radar)