Browse By

Siang Hari, Satpol PP Razia Tempat Pijat di Kecamatan Gempol

Petugas Satpol PP saat mendata terapis pijat di panti pijat yang terletak di Desa Carat, Kecamatan Gempol, kemarin.

Beri Teguran Tertulis 9 Panti Pijat untuk Lengkapi Perizinan

BANYAKNYA laporan soal praktik sejumlah tempat pijat di Kabupaten Pasuruan yang diduga ada layanan “plus- plus”-nya, akhirnya jadi  perhatian Sapol PP setempat. Kemarin, petugas penegak perda itu melakukan razia di siang bolong.

Ada sembilan tempat pijat yang didatangi para petugas Satpol PP, kemarin. Sembilan panti pijat itu semuanya berada di wilayah Kecamatan  Gempol.  Sekitar pukul 11.15, sejumlah petugas datang di sebuah tempat pijat di Desa Carat.

Panti pijat itu sekilas tak berbeda dengan rumah biasa, hanya terpampang banner bertuliskan pijat tradisional dengan disertai sejumlah gambar orang dipijat. Begitu datang, petugas penegak perda langsung menemui sang pemilik panti   pijat dan sejumlah tukang pijat yang semuanya perempuan.

Loading...

Usai memberi sejumlah pertanyaan, para petugas  Satpol PP langsung memeriksa tempat  pijat itu.  Mulai ruang tamu dan bilik yang  dibuat untuk pijat. Di panti pijat yang ada di Desa Carat itu, tercatat ada 4  bilik. Bilik itu hanya disekat dengan   kelambu.

Tiap bilik hanya berukuran sekitar  2,5 x 1 meter. Di tiap bilik, hanya tersedia  kasur kecil dengan 1 kursi plastik. Saat  petugas datang, tempat pijat di Carat  itu tampak sepi. Tak ada pelanggan  yang pijat.  “Dari sembilan panti pijat yang kami razia, kondisinya sepi semua. Kami  tak temukan aktivitas mesum dari razia 9 tempat pijat itu,” kata Kasi Kerja Sama  Dinas Satpol PP dan Linmas Kabupaten  Pasuruan Ajar Dollar.

Meski tak temukan praktik mesum,  namun Satpol PP tetap memberi teguran   tertulis kepada 9 panti pijat itu. Ke-9 tempat pijat itu diminta untuk melengkapi perizinannya. Salah satunya, dengan mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan  setempat. Selain itu, Satpol PP juga  meminta semua tenaga pijat memiliki sertifikat keahlian pemijatan.

“Ke-9  tempat pijat itu harus melengkapi   perizinannya. Jika tidak, maka terancam ditutup,” tegasnya.  Ajar -sapaan akrabnya- menuturkan,  sengaja melakukan razia ini dengan  sasaran tempat panti pijat. Karena bagian dari upaya penertiban Perda   2/2017 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum. Sementara itu, sang pemilik panti pijat  dan sejumlah tukang pijat di Desa Carat  ogah memberikan keterangan. (radar)