Browse By

Produsen Garam Tegaskan Bukan Kaca

Benny memberikan penjelasan terkait polemik garam bercampur pecahan kaca.

MAYANGAN – Kekhawatiran masyarakat akan adanya garam yang bercampur pecahan kaca, akhirnya terjawab. Garam yang tidak larut di air yang dilaporkan warga Mayangan itu ternyata garam yang mengkristal. Pengkristalan garam itu terjadi lantaran tingginya kandungan natrium chlorida(NaCl).

Hal itu disampaikan Benny Krismas, marketing manager PT Unichem Candi Indonesia, perusahaan yang memproduksi garam merek Daun dalam rilis yang dilakukan di sebuah rumah makan di Kota Probolinggo, Rabu (16/8). Sebelumnya, seorang warga menduga jika garam merek Daun bercampur pecahan kaca.

Bahkan, dalam rilis tersebut, Benny menguji dan mempraktikan cara melarutkan garam produksinya. Untuk garam yang mengkristal, Benny mengaku membutuhkan waktu lama untuk melarutkannya. Kandungan NaCl sendiri, menurut Benny, tidak berbahaya bagi manusia.

“Jika dilarutkan dengan air, biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk larut. Namun, jika menggunakan air panas, seperti pada saat membuat makanan berkuah, nantinya akan larut. Atau ketika mengujinya dengan air, gumpalan itu bisa diambil dan dimasukan ke dalam gelas atau air tawar lagi. Pasti nantinya juga akan larut,” terangnya.

Loading...

Benny menegaskan, perusahaannya yang sudah berdiri sejak 1997 tidak akan berbuat macam-macam. “Garam yang kami buat, melalui tahap pencucian berkali-kali dengan alat khusus. Masyarakat tak perlu khawatir mengenai kualitas,” bebernya.

Dalam rilis itu, Ketua DPRD Kota Probolinggo Agus Rudiyanto Ghaffur; Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Gatot Wahyudi; serta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ninik Ira Wibawati juga hadir.

Kepala DKUPP Gatot Wahyudi meminta masyarakat untuk tidak khawatir. “Kondisi yang sama bisa saja terjadi pada produk garam kemasan lainnya,” katanya. DKUPP, menurut Gatot, akan terus melakukan pantauan, serta menerima setiap pengaduan masyarakat.

Kepala Dinkes Ninik Ira Wibawati mengatakan, hasil uji laboratorium terkait kandungan garam yang dikeluhkan masyarakat, baru keluar pekan depan. “Kami mengujinya di laboratirum industri milik Pemprov Jatim,” katanya. Ia berpesan pada masyarakat untuk menggunakan garam beryodium. (radar)