Browse By

Sidak Sekolah, Amankan Campuran Arak Putih

Minuman isotonik bercampur arak putih dalam botol air mineral yang ditemukan dalam sidak di SMPN 3 Kota Probolinggo.

MAYANGAN – Sejumlah barang yang seharusnya tidak dibawa ke sekolah, ditemukan di dua sekolah di Kota Probolinggo, Rabu (15/8). Seperti, sebotol minuman isotonik bercampur arak putih dan handphone.

Semua itu ditemukan saat Polres Probolinggo Kota menggelar sidak ke SMP Negeri 3 dan SMP Taman Dewasa kota setempat. Sidak melibatkan lintas satuan di Polresta dengan tim terdiri atas sekitar 20 petugas.

Sidak dimulai pukul 09.00 di SMPN 3 di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan. Di sini, tim sidak dibagi menjadi tiga. Mereka memeriksa semua kelas, terutama kelas IX.

Beberapa petugas saat memeriksa tas pelajar di SMP Taman Dewasa, kemarin.

Hasilnya, tim menemukan tiga buah pomade yang diduga mengandung zat adiktif di dua ruang kelas IX. Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal yang ikut sidak, sempat mencium minyak rambut itu. Termasuk, meminta wali kelas setempat dan sejumlah wartawan mencium bau minyak rambut itu. Saat dicium, baunya tidak terlalu menyengat. Namun, efek sampingnya, kepala langsung pusing.

Loading...

Petugas yang lain juga mencium rambut pelajar yang membawa minyak tersebut. Namun, dipastikan yang bersangkutan tidak memakai minyak rambut itu. Karenanya, tiga minyak rambut itu diamankan ke Mapolresta.

Selain itu, ditemukan sebotol minuman isotonik bercampur arak putih di sekolah ini. Botol ini pun, langsung diamankan ke Mapolresta.

Sidak dilanjutkan ke SMP Taman Dewasa di Jalan Suyoso, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran. Di sekolah ini, petugas banyak menemukan pelajar yang membawa handphone (HP). Total, 10 handphone diamankan di sini.

Kepala SMP Taman Dewasa Mohamad Yanto menegaskan, pihaknya sebenarnya sudah memberikan surat pernyataan kepada wali murid untuk melarang siwa membawa handphone. Tapi, masih banyak siswa yang membawa handphone ke sekolah.

Dengan sidak ini, menurutnya, membawa efek positif bagi sekolah. Sebab, termasuk pembinaan pada pelajar. Setelah sidak oleh Polresta, pihaknya menurut Yanto, akan  menggelar sidak rutin.

“Pelajar memang perlu shock teraphy seperti ini karena kami ingin sekolah ini bebas dari narkoba dan HP berkonten pornografi,” ujar pria 50 tahun itu.

Kapolresta sendiri menegaskan, sidak tersebut bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora). Tujuannya, mengantisipasi pelajar yang memakai obat-obatan terlarang dan pornografi di sekolah.

“Kami mengamankan satu botol minuman isotonik campur arak putih, tiga buah pomade yang mengandung zat adiktif serta HP yang merupakan larangan keras dari pihak sekolah,” ujarnya.

Untuk handphone, menurutnya dikembalikan ke guru bimbingan konseling (BK) untuk ditindaklanjuti. Sedangkan tiga buah pomade dan miras sudah diamankan di mapolres.

“Ke depannya, Disdikpora bisa memberikan konsultasi atau pembinaan kepada para guru untuk mengawasi lebih intens siswanya. Kita akan bekerja sama terus ke sekolah-sekolah terkait kenalakan remaja karena bisa menghancurkan generasi masa depan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kabid Pendidikan Dasar di Disdikpora Budi Wahyu Riyanto menyambut positif sidak itu. Menurutnya, sidak sangat membantu pencegahan konten porno di HP atau narkoba dari kalangan pelajar.

“Untuk hasilnya, kami belum ada pemberitahuan. Tapi mungkin ke depannya Polresta masih akan sidak lagi,” ujarnya. (radar)